Menjadi Dewasa
Pada akhirnya, kita akan memilih beberapa hal untuk dibawa daripada dibebankan oleh kenangan - kenangan yang telah berguguran.
Pada akhirnya, kaki ini akan tetap berjalan, walaupun didepan seluruhnya kerikil tajam. Walaupun kita tau perjalanan tak akan pernah mudah.
Pada akhirnya, kita belajar bahwa tak semua rasa harus ada balasannya. Tak semua rindu harus dibalas sampai tuntas. Dan tak semua nyata sesuai dengan ingin seseorang yang sabar meminta.
Pada akhirnya, hati ini harus dididik dengan kejadian - kejadian, bukan lagi dari kata orang, bukan lagi sekedar nasehat bunda. Karena luka sendiri adalah pengingat yang paling tak pernah lupa.
Pada akhirnya, bahkan kita akan berlari bahkan ketika kepala ini dipenuhi ragu. Dipenuhi segala pikir bahwa ini tak kan berhasil. Hanya karena kita tahu, bahwa kesulitan adalah guru terbaik dari semua rapuh.
Pada akhirnya, kita akan belajar rela pada hal - hal yang selama ini digenggam erat.
Pada akhirnya, sudut dagu akan melebar, seolah menantang dunia, bahkan ketika hati menciut karena takut yang sejadi - jadinya.
Pada akhirnya, tak butuh rengkuhan tangan yang lain untuk menjaga diri ini agar tak jadi serpihan. Karena akhirnya, kita akan belajar bahwa bahagia kita yang cari. Bukan yang orang lain beri.
Pada akhirnya, kita akan belajar untuk bersahabat pada hal - hal yang membuat kecewa.
Bahwa semua ada maknanya, dan tak akan ada usaha yang sia sia.
(Seenggaknya, itu kata saya dan apa yang saya percaya. Kalau kamu tidak, asal kamu bahagia ya tak apa. hehe hehe.)
Pada akhirnya, kaki ini akan tetap berjalan, walaupun didepan seluruhnya kerikil tajam. Walaupun kita tau perjalanan tak akan pernah mudah.
Pada akhirnya, kita belajar bahwa tak semua rasa harus ada balasannya. Tak semua rindu harus dibalas sampai tuntas. Dan tak semua nyata sesuai dengan ingin seseorang yang sabar meminta.
Pada akhirnya, hati ini harus dididik dengan kejadian - kejadian, bukan lagi dari kata orang, bukan lagi sekedar nasehat bunda. Karena luka sendiri adalah pengingat yang paling tak pernah lupa.
Pada akhirnya, bahkan kita akan berlari bahkan ketika kepala ini dipenuhi ragu. Dipenuhi segala pikir bahwa ini tak kan berhasil. Hanya karena kita tahu, bahwa kesulitan adalah guru terbaik dari semua rapuh.
Pada akhirnya, kita akan belajar rela pada hal - hal yang selama ini digenggam erat.
Pada akhirnya, sudut dagu akan melebar, seolah menantang dunia, bahkan ketika hati menciut karena takut yang sejadi - jadinya.
Pada akhirnya, tak butuh rengkuhan tangan yang lain untuk menjaga diri ini agar tak jadi serpihan. Karena akhirnya, kita akan belajar bahwa bahagia kita yang cari. Bukan yang orang lain beri.
Pada akhirnya, kita akan belajar untuk bersahabat pada hal - hal yang membuat kecewa.
Bahwa semua ada maknanya, dan tak akan ada usaha yang sia sia.
(Seenggaknya, itu kata saya dan apa yang saya percaya. Kalau kamu tidak, asal kamu bahagia ya tak apa. hehe hehe.)
And there are pictures from the time when I found my self as the happiest. Even taking them in this post has warmed my heart in nothing else can ever do. Thank you for remarkable 20 :)).









0 comments