morning sickness

assalamualaikuuum semuaaaaaa!!! hooah, such a sleepy morning. gue mengalami sindrom gagal-move-on-dari-kasur pagi ini, jadi disini gue hanya tergeletak kuyu di atas kasur dengan tangan berada di keyboard dan ngetik seenak jidat, yah biasa, kerjaan pengangguran selama liburan. wira wiri twitter, facebook, youtube, blogspot, sampai pacaran sama buku un segede gede babon yang beberapa hari lalu gue beli. so tiriiiiiiiing *what the . . . .*, siap siap disambit pake palu kalo gini aja dibilang capek -___-. 

aaaa gue bingung mau nulis apa disini, tapi gue harus menulis, terlepas dari fakta bahwa gue memang sedang menjadi pengangguran, ada sesuatu yang harus gue keluarkan. sesuatu yang harus ditaruh pada tempatnya, daripada dibawa kemana mana yang akhirnya bikin encok pinggang sampai kram otot, masalah sama karung beras beda tipis ya ternyata. oke skip. kali ini kita ngalir aja ya, seperti air sungai pedesaan. catat! pedesaan, bukan perumahan yang airnya ngalir begitu dikuras menjelang musim kebanjiran -,-. ngomong ngomong banjir, gue punya suatu pengalaman lucu tentang banjir (ps: gue tau kalian yang udah tau ceritanya pasti lagi nyengir nyengir sendiri sekarang). 

jadi ceritanya saat itu sedang musim hujan, persis seperti sekarang, saat itu gue bersama dengan seorang teman. kita berdua menunggu sampai hujannya reda, setelah reda maka cawlah kita menembus jalanan tangerang menuju rumah. sampai jalanan utama perumahan ternyata . . . banjir. dengan wajah optimis gue menunjukkan jalanan lain dengan harapn tidak banjir, jadi dia bisa mengantar gue sampai depan rumah (fyi: mengantar seorang gadis sampai depan rumah itu merupaan suatu kewajiban loh guys, bukan karna "so sweet" moments, ini lebih untuk menghormati kita, kaum hawa. enak kan kalo sudah sampai depan rumah dan dengan aura superman kalian bisa bilang ke bapaknya yang lagi pasang tampang sangar "anak bapak sudah saya antar dengan selamat"), jadilah kita melewati jalan itu. dan sampailah kita di depan rumah gue, dan suasana hening seketika. ternyata banjir pun nggak pilih pilih dalam mimilih tempat dan gadis ditempat kejadian yang seketika menjadi ngenes abis. melasnya tinggal di perumahan yang gotnya dikuras kalo lagi mood warganya aja -___-.

disitu timbullah dilema. teman gue bilang "sampai sini aja ya dit, banjir tuh didepan, gue masih mau les lagi soalnya". gue yang dilema dan bingung hanya bisa menjawab "hah?, yaudah deh". gue juga nggak bisa memaksa orang lain, maka jadilah gue dengan rok diangkat sekenanya menembus banjir yang bener bener sadis abis, oh ya, nggak lupa pasang tampang kuyu karna seharian sekolah, sempurna. setelah diingat ingat betapa lucunya gue kala itu, walaupun kali ini gue pun nggak punya nyali buat bilang imut -,-. antara melas, kesel, dan bingung ya kala itu. karna ini sama sekali di luar harapan gue yang punya bakat drama queen. mengharapkan adegan dimana, kita menembus banjir, eh taunya motornya mogok, nggak lucu juga sih sebenarnya, tapi paling nggak itu menunjukkan suatu perjuangan yang membuat kita tambah appreciate sama mereka. setuju girls?. yah walaupun begitu, tetap ya guys, hidup itu bukan sinetron, jadi jangan berharap terlalu banyak, terlalu manis, dan sekali lagi, terlalu ngarep. karna yang terlalu akan berakhir dengan nggak baik, catet ya.

ngomong ngomong masalah harapan dan ngarep, dulu saya adalah orang yang ngarep abis, setelah saya ke klinik tong fang, semua harapan saya musnah, terima kasih tong fang :") maka saudara saudara, ber realistis lah, kalo kata seseorang, "sering seringlah ber-realistis ria, karna sesungguhnya ia menjauhkanmu dari patah hati yang terlalu dalam". realistis itu memang keras, tapi dia bisa mengajarkan kekuatan. gue yang punya sindrom drama queen pun sedang belajar untuk menjadi realistis. hal ini berangkat dari kenyataan bahwa, akhir akhir ini semua harapan yang istilahnya mah "so sweet" berakhir dengan menyakitkan, karna sekali lagi, hidup tidak seindah apa yang ada di kepala kita. dia punya cara tersendiri untuk membuat dirinya menjadi lebih indah. ada perbedaan yang besar antara harapan dan mimpi. harapan itu kita menggantungkan sesuatu ke orang lain, sedangkan mimpi kita menggantungkannya di diri kita sendiri, jadi bagimana akhirnya mimpi itu ergantung pada usah ayang kita keluarkan untuk membuatnya menjadi kenyataan. harapan kebanyakan hanya berujung sakit akhir akhir ini. 

seperti saat ulang tahun yang ke-17 kemarin. ada harapan yang nggak kesampaian disana. gue nggak berharap banyak, mungkin sedikit surprise dari satu orang pun cukup, oh nggak nggak, saat itu mungkin hanya ucapan "selamat ulang tahun ya dit" pun cukup membuat gue terbang kemana mana. tapi ya, kenyataannya harapan itu berakhir seperti teman temannya yang lain, suatu kenihilan. itu yang membuat gue mengawali hari pertama di tahun ke-17 hidup di dunia dengan air mata. kelihatan konyol, tapi itu adalah hari terakhir gue menangis karna sesuatu yang disebut harapan. jadi sekarang gue cukup berbahagia karna berhasil melewatinya, dengan utuh. tapi hidup tetap menunjukkan keindahannya, ternyata kehadiran sahabat, teman, orang tua, dan seloyang rainbow cake pun cukup membuat gue sekejap lupa kalau ada harapan yang dipatahkan pada hari itu. jadi terimakasih untuk mereka, dan Dia, the creator of every single happiness. omong omong ya, beberapa minggu sebelum hari itu, gue memang berharap akan mendapat cake alay (re: rainbow cake) itu pada hari H, ya okelah gue memang berharap dengan orang itu, yah well, walaupun harapan itu nggak kesampaian, but see? gue dapet yang lebih indah, rainbow cake from my parents is definitely the best, rather than someone else, isnt it?. jadi ternyata Dia masih mendengar permintaan kecil dari gadis yang agak nggak jelas ini.

prinsip gue sekarang sih, never expect too much. biarkan orang lain berkata kita nggak punya harapan, dibanding nggak punya mimpi? seenggaknya kita masih punya pride kita secara utuh. setuju girls?. by the way, ada kata kata yang gue suka banget akhir akhir ini, "Dia takkan mengambil sesuatu dari hidup kita jika Dia tak punya hal yang lebih indah untuk menggantikannya" jadi bagi harapan yang patah ditengah jalan, berbahagialah, karna dia punya sesuatu yang lebih baik dibanding apa yang hanya bisa kita harapkan, yaitu kenyataan. 

0 comments