Pada perjalanan pulang ke rumah, dengan Bapak berada di kursi belakang. Aku sedang menahan kata - kata yang sudah sering kali aku katakan, tapi nampaknya sia - sia.
"Sabar to Pak"
Kata - kata itu hanya sampai di pikiranku. Sesampainya di rumah, kata - kata itu tetap tidak sampai di telinga Bapak. Akhirnya aku bertanya - tanya, mengapa nampaknya aku terus saja mengulangi kalimat yang sama.
Mungkin kata - kata itu harusnya bukan untuk Bapak. Mungkin kata - kata itu harusnya aku resapi sendiri, untuk diriku pada saat seperti ini. Kata - kata yang seharusnya aku ulangi berkali - kali.
Kata - kata mama dari suatu sore kembali di pikiranku "Bapak lucu Ta, sudah berubah, mungkin kamu jangan jadi terlalu keras juga".

0 comments