Teruntuk segala suka

Teruntuk hal-hal yang pernah aku suka.

Aku selalu berjalan dengan menyukai beberapa hal. Awalnya aku bertemu dengan mereka tanpa disengaja. Beberapa suka bisa jatuh pada kali pertama. Beberapa lainnya butuh waktu dan pembiasaan yang dijalani dengan sabar. Beberapa bahkan berawal dari benci yang tak dapat diatur kadarnya lalu tiba-tiba aku sadar bahwa aku ingin memiliki mereka sekali lagi dan lagi. Berbagai macam suka kemudian aku temukan semakin diri beranjak tua. Beberapa suka kemudian terganti, jadi kesukaan pada hal lain yang sama, ataupun berbeda. Beberapa mungkin diakhiri dengan bosan atau bahkan benci karena hal-hal yang tidak dikira-kira sebelumnya. Beberapa hal itu kemudian menjadi sesuatu yang pernah aku suka, yang kemudian terganti atau sederhana hilang saja entah kemana.

Teruntuk hal-hal yang pernah aku suka. Izinkan aku mengingatmu ketika aku sedang suka-sukanya.

Aku pernah senang setiap kali bertemu atau memilikimu. Bahagia selalu ada ketika akhirnya tak ada lagi jarak, dan kesukaanku padamu semakin menggebu. Ingin sekali menyimpanmu dalam buku-buku jari ketika tanganku terkatup hati-hati. Ingin rasanya jadi satu-satunya orang yang tau kau ada di muka bumi ini. Tapi ingin juga memamerkanmu kepada mereka bahwa aku punya kamu sebagai sesuatu yang kusebut milikku. Milikku yang aku suka.

Teruntuk hal-hal yang pernah aku suka. Kalimat itu mungkin serupa kata yang telah berlalu. Kini mungkin aku tak lagi suka kamu. Entah karena alasan yang mana dari ketiga alasan yang telah aku jelaskan sebelumnya, atau sederhana karena Tuhan membalikkan hatiku sampai kesukaanku akhirnya menghilang begitu saja. Apapun alasannya, menyukaimu pernah begitu menghiasi segala langit-langit impian, segala asa, segala rencana di masa depan. Menyukaimu pernah membuat aku merasa sebahagia itu. Suka pada hal-hal seperti kamu yang kemudian membuat aku tau, terkadang karena terlalu dalamnya luka, aku lupa bahwa menyukai sesuatu ternyata menyenangkan. Bahkan yang terpenting bukan lagi apa yang aku suka, tapi yang penting ya aku suka. Karena sebagian orang, hatinya begitu rusaknya sampai bahkan untuk akhirnya dapat merasakan kesukaan terhadap sesuatu, ia butuh berjalan dengan jarak yang teramat jauh hanya untuk lupa. Lupa, bahwa suka berarti hilang sudah segala keikhlasan kehilangan. Hilang sudah segala ambisi untuk mengejar hal-hal lain selain seperti kalian. Seperti hal-hal yang pernah aku suka.

Teruntuk hal-hal yang mungkin sekarang tak lagi aku suka, berbahagialah. Karena aku selalu suka dengan segala ketulusan yang aku punya, tanpa ada keluh, tanpa perlu jawaban, tanpa perlu balasan. Aku selalu suka tanpa kata main-main, tanpa mundur, dan tanpa ragu. Tak peduli akhirnya, aku hanya suka, dan itu cukup tanpa harus ada tanya. Dan kalian pernah memiliki itu, walaupun hanya sekejap mata, walaupun akhirnya kalian terlambat menyadari seberapa bahagianya disukai seperti itu. Tepat saat kalian kehilangan aku, sebagai salah seorang peyukamu.

0 comments