Mimpi Lain
Sudah lama aku tak mengeja bahagia. Ketika itu tak ada yang kusadari selain nyata dikala itu. Semua lantunan musik. Segala lampu temaram pinggir jalan. Setiap cerita, tawa, sampai hening yang berada di kala kita mengambil jeda. Sudah lama aku tak memperhatikan manusia lain sampai sebegitunya. Segala kebiasaan kecilmu. Caramu tertawa. Caramu berjalan. Caramu mengucap namaku dengan hati-hati dan aman. Caramu berdoa yang penuh harap agar tersampaikan. Cara kita akhirnya bisa sampai di titik pertengahan perjalanan.
Aku bisa saja mengubah cerita ini dengan berkata bahwa kau tiba-tiba pergi, tapi tidak, malam ini, aku ingin menyesap bahagia lebih banyak daripada laki-laki terhadap kopinya ditengah pertemuan.
Kamu akhirnya tinggal. Akhirnya tangan kita bertautan dan genaplah semua tanya. Kamu tak banyak berkata. Hanya satu dua tatap setelah beberapa pertemuan makan malam di kafe temaram pinggir jalan. Kita sadar, malam itu, akhirnya kita saling menemukan.
Dan habislah sudah segala rencana pencarian yang kelelahan.

0 comments