Ikhlas
Saya mengikhlaskanmu pada setiap tetes hujan yang turun di badai besar bulan agustus. Pada kelip kelip bintang di perjalanan terakhir tengah malam setelah sepiring nas goreng tandas dihabiskan. Pada pesan pesan tak tersampaikan yang selamanya tersimpan dalam folder hp usang. Pada foto foto yang dihapuskan karena mengingatmu tak lagi terasa ringan. Pada setiap catatan yang disimpan semesta. Pada setiap doa doa yang dipanjatkan sendakala. Pada setiap harapan yang jadi pahala karena selamanya tak kan pernah jadi nyata.
Saya mengikhlaskanmu pada cerita yang disimpan rapat sahabat saya. Pada cerita kepada ibu saya yang menganggapnya satu cerita gagal cinta yang kau punya dari beberapa cerita cinta sebenarnya yang disimpan Tuhan. Mengikhlaskanmu tak akan pernah jadi sederhana, tapi bukan berarti tak dapat dijalani dengan selapangnya dada.
Saya mengikhlaskan jatuh cinta dan melepasmu begitu saja. Seperti keikhlasan bulan yang mendamba bumi, dan berputar tanpa henti tak peduli dinginnya galaksi. Karena sederhana, itu adalah sesuatu yang memang seharusnya terjadi.

0 comments