semhas dan hubungan jangka panjang

Masih soal Manson. Menurutnya, kuncinya adalah skeptis dengan diri sendiri. Sebagai manusia kita tidak selalu benar, dan beranggapan sebaliknya seringkali menjerumuskan. Oleh karena itu, aku bertanya - tanya dengan diri sendiri, jangan - jangan aku termasuk tipe manusia pertama. Dia yang seringkali mengalihkan masalahnya kepada manusia lainnya. Beranggapan bahwa ia adalah korban dari setiap ketidakberuntungan yang terjadi. 

Lalu entah bagaimana, pikiran membawaku pada saat - saat semhas yang serba terburu - buru. Semhas yang dikebut karna aku hampir habis waktu. Akan aku ceritakan sedikit detailnya sehingga kamu tau.

Biasanya, sebagai mahasiswa yang akan mempresentasikan hasil penelitiannya dalam suatu semhas, maka kami akan meminta salah satu teman untuk menjadi moderator. Saran dari banyak senior adalah untuk memilih moderator yang bisa bermanfaat. Moderator yang satu pemahaman akan kajian penelitian. Teman yang sekiranya dapat melengkapi penjelasanmu sekiranya kurang, yang dapat diajak berdiskusi untuk mencari jawaban dari pertanyaan peserta maupun penguji seminar sekiranya di luar pemahaman. 

Aku kala itu memilih jalan di luar kebiasaan. Sejak jauh - jauh hari aku sudah menentukan pilihan pada sahabatku. Ia mengambil konsentrasi yang jauh berbeda dengan kajian penelitianku. Sudah pasti ia tidak akan dapat menjadi bantuan jika ada pertanyaan - pertanyaan yang menguras isi kepala akan hal - hal yang aku pelajari. Meskipun mengerti segala konsekuensi, tetap saja aku memilih dia tanpa berpikir dua kali. Bahkan jika ada yang bertanya pada hari ini soal moderatorku kala itu, aku tetap tidak akan berganti.

Alasan sesungguhnya adalah karna aku tau benar bagaimana kemampuannya membawakan suatu acara selama beberapa jam kedepan. Alasan lain adalah karna terbiasa dengan kehadirannya, maka memilih ia sebagai moderator tidak akan membuatku merasa aneh dan kesepian menjadi seseorang yang berada paling depan. Kedua alasan itu terasa cukup untukku tanpa perlu moderator yang dapat menjadi back up akan materi yang akan aku bawakan. Aku kala itu cukup percaya diri, apapun yang akan terjadi, aku yakin akan terlewati. Tidak ada sedikit ragu bahwa aku akan menyelesaikan masalah dalam penjelasan seminar hasilku sendiri. 

Menarik kesimpulan dari sana akhirnya aku tau, bagaimana aku ingin suatu hubungan jangka panjang antara dua manusia seharusnya berjalan. Yaitu berbeda tapi tetap melengkapi. Sendiri tanpa merasa kesepian yang berarti. Bersama tapi tidak kehilangan diri sendiri. Kini aku yakin, aku bukanlah manusia tipe pertama. Sampai kini aku tau bahwa aku dapat menyelesaikan masalahku sendiri dengan bantuan penuh dari Yang Maha Kuasa.

Aku hanya berpikir, mungkin berjalan sendiri akan terasa lebih mudah jika dilakukan berdua, bersama - sama. Sehingga ketika lelah dan beristirahat, aku punya teman bertukar cerita tentang keberhasilan dan kegagalan dari setiap usaha - usaha kami berdua.

0 comments