Mas, kita sering sekali punya banyak pertanyaan dalam kepala. Kemarin malam sekumpulan tanyaku bertambah satu. Berasal dari kata - kata mama selepas aku bercerita tentangmu. Kata - kata yang menjelma menjadi tanya dalam kepalaku sampai sore ini.
"Susah Ma, segalanya memang selalu dia simpan sendiri, gak cerita - cerita" kala itu aku berusaha menutup cerita yang tidak sengaja. Berharap mama berhenti bertanya.
"Ta, Bapakmu juga orangnya keras dan tertutup loh" ujar Mama, sembari pergi. Ia menggarisbawahi banyak sekali asumsi - asumsi yang aku anulir akhir - akhir ini. Asumsi yang harus ditiadakan karna kita yang tidak berjalan lagi. Asumsi yang salah satunya berakar kepada fakta bahwa seringkali Bapak sangat mirip denganmu yang lebih sering menyimpan segala sesuatunya sendiri.
Mas, aku percaya bahwa setiap manusia adalah pembaca tanda - tanda halus, yang dituliskan semesta dimana - mana. Bagiku, orang tua adalah gerbang dari banyak tanda yang jadi petunjukNya. Oleh karenanya kini aku menerka - nerka arti dari setiap yang terjadi. Menyambungkan satu titik menjadi serupa bintang dalam konstelasinya di suatu galaksi. Meskipun akhirnya konstelasiku tidak jadi sempurna, entah membentuk apa. Mungkin hanyalah abstrak yang tidak ada artinya karna jawabannya semakin hari menjadi semakin buram saja.
Aku hanya berdoa semoga kita tidak salah langkah kali ini. Mas, bagaimanapun akhirnya, aku masih berdoa agar suatu hari ada temu denganmu, sehat dan bahagia.

0 comments