Pengejaran
Mungkin memang sepanjang hidupnya, manusia dikodratkan untuk selalu mengejar.
Itu yang saya dapat selama perjalanan pulang saya dari salah satu acara komunitas. Iya, baru beberapa minggu terakhir ini saya join komunitas baru. Komunitas yang berisikan sekelompok orang dengan passion yang sama, belajar keluar negeri! entah student exchange atau bahkan beasiswa. Nggak usah cerita gimana ceritanya sampai saya ikut, yang jelas tadinya saya nggak mau ikut acara sore ini, tapi salah satu kalimat bijak tiba-tiba menggedor otak saya "If you want something good happen unexpectedly to you, start doing something positive you think you would never do", berasa ditantang, akhirnya berangkatlah saya sendirian ke sekumpulan orang yang saya belum familiar. gapapa. But hey! it turns out soooooo good. Intinya saya termotivasi lagi sesorean ini, dan menemukan sesuatu yang penting. Lebih penting daripada informasi yang ada di acara sore itu, yaitu kesadaran.
Iya, akhirnya saya sadar, selama ini saya hanya menghabiskan waktu dalam pengejaran sia-sia. Kenapa sia-sia? bahkan awalnya, kalimat tersebut terasa tidak pas karena sebenarnya saya nggak ngejar apa-apa. Saya nggak suka buat PKM ala-ala mahasiswa, saya juga nggak punya interest untuk jadi pejabat di kancah perpolitikan kampus, apalagi jadi mahasiswa berprestasi tahun ini. It's just not so me. Saya bukan orang yang cari-cari hal prestige semacam itu karena selalu berpikir bahwa sebaiknya kita hidup harus selalu rendah hati, dengan segala pencapaian yang akhirnya datang sendiri, which is a complete bullshit. Iya, saya memang cuma punya satu interest, bikin orang tua saya bangga sama gadis kecilnya. Dan karena orang tua saya amat sederhana dan tak terkira baiknya, maka saya dapet IP lumayan aja udah bahagia. Saya nggak pernah terpikir bahwa sebenarnya itu adalah level terendah dan paling gampang yang bisa kita berikan. Jadi ya dengan segitu aja menurut saya udah cukup, dan akhirnya saya nggak ngejar apa-apa lagi. Berhenti lalu saya mencari kesenangan sendiri. Ikut kegiatan ini, itu, lomba ini itu, yang nggak ada hubungannya sama masa depan saya nanti. Pendek banget pikirannya emang.
Kembali dengan kalimat paling awal, mungkin karena memang kita sebagai manusia dikutuk untuk sepanjang hidup mengejar, dan satu interest saya sudah habis masa pengejarannya, maka saya secara tidak sadar mencari pengejaran-pengejaran lain. Pengejaran akan hal-hal yang kurang penting, dikejar sampai pusing. Please mention, cinta, eksistensi, bahagia-bahagia semu, dan lain sebagainya. Hal-hal yang hanya berdampak untuk hidup kita saat ini, bukan nanti. Bukan masa di depan sana yang kata orang lebih kejam, keras, dan nggak pilih-pilih. Bodohnya, saya nggak menyiapkan bekal apa-apa dan terlena dengan kepentingan-kepentingan yang sebenernya nggak penting.. Saya lupa bahwa saya seorang anak pertama dan terakhir, yang nantinya hidup ini bukan hanya soal bagaimana saya. Lebih dari itu.
Bagusnya sore ini, saya dapat sesuatu. Saya tau hal penting apa yang harus saya kejar kini. Mungkin ini sedikit terlambat, masa semester tujuh saya akan segera berakhir dalam hitungan minggu, tapi semoga tetap tepat waktu. Saya hanya harus fokus selagi ada energi untuk mengejar. Dan rasanya kembali dapat sesuatu untuk mengejar itu lebih dari menyenangkan. Setidaknya, pusing saya kali ini tidak akan sia-sia hahaha. Mungkin banyak di luar sana yang seperti itu, dipusingkan dengan hal-hal sepele karena simply nggak tau di masa depan akan jadi apa, mau mencapai apa. Untuk catatan terhadap diri sendiri, GET UP! WAKE UP! selagi masih ada waktu, ada masa depan yang harus kamu bangun potensi sedari kini. Karena kalau kata quotes, investasi terbesar kita ya sama diri sendiri. Which is, kalau rugi kita akan jadi satu-satunya orang yang paling rugi, tapi kalau untung, kita akan jadi orang yang paling bahagia, yang bukannya nggak mungkin akan jadi bahagia keluarga, sahabat, orang sekitar, bahkan bangsa sendiri.
Satu hal yang kemudian saya mengerti, jika kamu masih disedihkan oleh hal-hal sepele, mungkin 'ruang belajar'mu masih seluas kotak korek api, dengan jendela yang kecil nan mungil. Tanpa tau, ada banyak hal yang harus dipikirkan, banyak pencapaian yang bisa kamu capai dengan segala potensi kini. Kamu hanya harus, see wider, think deeper, run harder :))

0 comments