distance

ini aku, dan disana kamu. masing masing jari sibuk menghitung waktu, 3 ... 2 ... 1 .... lalu 3 ... 2 ... dan 1 ... hitungannya berputar berlanjut, sampai ia datang memisahkan, yang bernama jarak. tak ada perayaan untuk penutupan dari cerita kita. hanya keheningan sederhana yang menenggelamkan diam diam. menunggu waktu untuk meledak dan menghadirkan klimaks. 

dan ternyata hitungan kita salah, perpisahan datang terlalu cepat hari ini, bahkan sebelum jarak ada untuk melakukan tugasnya. sebelum kita sadar untuk belajar mengucap "selamat tinggal" dan mereka reka jabatan paling hangat yang pernah kita punya. sebelum peluk kerinduan menyapa telingamu. rindu yang tumbuh diam diam dalam keheningan yang masih sama sederhananya semenjak beberapa bulan lalu. ia mengharap kan balasan dan akhirnya sampai pada kegagalan. masih mengiris. tapi ini akan segera berakhir. bukan akhir yang indah untuk mereka, tapi jelas untuk kita, si empunya cerita. setuju?

ini aku, dan disana kamu. ayo kita berjalan punggung punggungan hingga sampai ke entah! sampai .... ... yah sampai ...... aku tak tau.

 "kamu! 'entah'ku, berhenti di kamu, sadarkah sedari dulu?. kemarin, hanya mimpi. aku takkan pernah pergi. mari belajar mengucap selamat tinggal, bersama sama."

:"

0 comments