31

assalamualaikuuuum semuaaaa!!! heihooooo whats up guys?!

yap gue datang kesini dengan segala kerusuhan hanya untuk membayar janji kepada kalian tentang "post" setelah gue menginjak usia ke 17, tenang tenang gue tau lu semua udah pada nggak sabar nunggu kan, keringet dingin, mimisan, diare, dan kawan kawannya, uuuh jadi nggak enak :3 *batako melayaang~*. huahaha oke oke, skip percakapan basa basi nggak penting diatas. sebenernya agak telat yaaa, berhubung ini udah nggak tanggal 31 oktober, kecuali di komputer gue yang jamnya ngikutin daerah zimbabwe sanaan dikit <autocorrect: error>. 

tuhkan gue ngelantur lagi, kali ini serius, hehe. dan gue bingung harus mulai darimana......
..................... krik
.........................................krik
...........krik
...............................loading dulu

jadi! gue akan mulai dari apa rasanya berumur 17 tahun. surely itu biasa aja..... secara fisik. buktinya gue nggak tiba tiba berubah jadi dakota fanning, gue masih gue kok, iye, tetep keriting, tenang aja -,-. tapi secara psikis dan mental, entahlah, tapi gue yakin pasti ada yang berubah, gue nggak bisa menilai apakah ini hal yang baik atau yang buruk, tapi yang gue tau pasti adalah berubah. kalian pasti sudah menyadarinya kan lewat post gue akhir akhir ini yang isinya adalah penggalauan secara membabi buta. berasa jadi penulis amatiran tiba tiba, yang menulis bak pujangga *aszeek (wepe style)*. tapi itulah yang gue alami, malahan rasanya ungkapan "ssweet seventeen" itu sama sekali nggak berlaku buat gue, yang ada adalah "bittersweet seventeen". 

banyak hal, oke sebernya cuma satu, tapi satu hal kecil yang agak nggak penting itu telah ikut mengacaukan hal hal yang lebih penting disekitarnya. kedengaran bodoh emang, dan gue sadar. dan satu kata untuk mendeskripsikan cerita cerita gue kemarin : hancur. agak terkesan lebay memang, apalagi untuk masalah yang sebenernya........ tidak terlalu penting, apalagi pada saat saat crucial kelas 3 sma. ada hal yang harus gue kasih perhatian lebih daripada hal ini, tapi apa daya, kemarin logika gue lumpuh oleh perasaan. kalo udah kayak gitu gue nyerah, dimakan perasaan, dan disakiti olehnya, dan bodohnya adalah secara sukarela -,-. 

dan yang gue sadari adalah, kejadian kemarin sudah menghilangkan sinar gue untuk sesaat. gue yang biasanya ketawa ngakak sebahagia sebahagianya dunia tiba tiba menjadi pabrik air mata. seandainya ditampung mungkin udah dapet segalon air aqua buat keluarga gue minum 3 hari penuh *oke itu iyuh*. dan terlebih lagi, omongan gue lebih tidak terkendali, emosi gue jadi makin meluap luap, like a volcano, nggak bisa dikendalikan, meledak ketika dia memang ingin meledak. nyusahin. dan yang membuat gue semakin nggak enak adalah, teman teman gue tersayang yang kena imbasnya, tapi untungnya mereka adalah pihak pihak yang sangat mengerti. selalu ada, bahkan disaat gue jatuh. disaat yang bisa gue lakukan hanya nangis dan ngomong "gue capek, gue capek" tapi bodohnya tetap terus berlari mengejar sesuatu yang sebelumnya udah gue tutp rapat rapat. untuk itu, gue mau bilang, 

maaf karena kebodohan gue kemarin yang menyusahkan kalian, membuat kalian mendengar cerita tentang manusia dan masalah yang sama, berkali kali. and thanks for every shoulders where i cried on. its irreplaceable.

padahal gue sangat tau, kalian udah enek ngedenger cerita itu lagi itu lagi, tenang aja, gue juga enek dan capek lama lama, kok kayaknya hidup gue nggak bervariasi amat masalahnya ecek ecek begitu doang aja udah kayak dunia mau kiamat besok. padahal di pihak yang gue tangisin, untuk perduli pun....... sepertinya sudah tidak. jadi buat apa gue balik lagi kesana, ke persimpangan itu. nggak guna dan sakit ajaaa. gue yang wonderwoman tiba tiba turun kasta gara gara nangisin orang lain yang padahal dia bukan superman. kelihatannya jadi seperti cewe yang nggak ada harga dirinya. tapi tenang aja, gue udah sadar sekarang, jadi gue mau berusaha untuk kembali menjadi wonderwoman untuk orang orang disekitar yang memberi segenap perasaannya buat gue. tersenyum dan kuat untuk mereka yang kemarin telah menguatkan gue. aku sayang kalian. sayang. sayaaaaaaaang sekali. peluk cium membabi buta deh pokoknya dari gue, huahahaha. dan gue mau bersinar lagi, bahkan lebih terang dari sebelumnya. biar kalian silau dan terpesona, huahaha.

pertamanya gue mikir, kok ketika seharusnya gue dijauhkan malah didekatkan begini, terlebih lagi ketika sudah didekatkan kenapa malah di sakiti. sampe gue kacau. sepertinya takdir lagi mempermainkan gue, ketika gue seharusnya kabur, seakan akan takdir malah ngejorok jorokin gue buat menghadapi masalah itu, sampe gue bener bener nggak bisa lari, kemanapun. dan akhirnya malah menyakiti diri sendiri. tapi satu hal yang gue percaya adalah, Dia selalu lebih tau apa yang nggak gue tau saat ini, and i believes that He always have a beautiful plan for my life, even if hurts include on the process. oleh karena itu, gue sedang menunggu pelangi untuk muncul ketika nanti tornado ini telah berakhir. walaupun gue masih nggak tau kapan. dan yang gue tau pasti adalah, pelangi itu pasti akan muncul. pasti.

0 comments