ketidaktahuan
Aku masih ingat bagaimana setahun lalu aku menunggu mobil carteran di pinggir jalan dengan tenggorokan tercekat dan tangis terbendung di pelupuk mata. Seperti biasa, kutelan seluruhnya berikut dengan setiap rasa kekalahan yang mengikutinya.
Kekalahan ini begitu nyata di kepalaku yang lagi - lagi harus menjawab banyak pertanyaan yang sama untuk seribu kalinya. Bagaimana menjelaskan bahwa ketidaktahuanku adalah jawaban sesungguhnya bagi apa - apa yang berada di luar kuasa?. Bagaimana menerangkan bahwa ketidaktahuanku tidak sama dengan tidak berusaha?. Bagaimana menerangkan ketidaktahuanku ini sehingga mereka tidak menjelaskan setiap hal - hal lain yang justru aku amat ketahui?
Bahwa terlepas dari banyak hal yang aku bangga, aku mengerti tubuh ini hanyalah jam pasir. Tidak lebih dari suatu kesatuan sistem organ dengan tanggal kadaluwarsa. Bahwa semakin lama, maka semakin banyak hal yang akan aku lewatkan, tidak tergapai, tidak memungkinkan. Aku tidak perlu diingatkan karena alarmku menyala setiap waktu. Ia berdering lebih kencang daripada ribuan pertanyaan yang datang hanya setahun sekali, dari beberapa orang di lingkaran bundar, yang dengan senyum tanda peduli tetap membuatku merasa dihakimi.
Bukannya basa - basi tidak perlu membuat dadamu terasa sesak sekali?. Bukannya basa - basi bisa jadi soal bagaimana aku hari ini? Bagaimana setiap mimpi? Apa yang aku ingini? Apakah aku akhirnya bahagia kini?. Bukannya basa - basi tidak seharusnya membuat aku dilihat hanya sebagai suatu kekalahan sempurna disamping banyak sekali kemenangan lainnya?

0 comments