suara hati para mati
Kenapa kita tidak bisa mendengar suara hati para mati?. Tidak pernah aku bertanya, sampai suatu ketika bapak menjadi salah satu diantaranya. Jika bisa, mungkin jadinya akan lebih mudah daripada setiap perenungan setelah banyak sekali mimpi yang berdatangan. Lebih mudah daripada menerka kesimpulan dari mimpi - mimpi yang meresahkan, dan selalu satu tahap merusak kewarasan setiap malam. Apakah malam ini suatu pertanda, atau hanya pikiranku yang sedang tidak baik - baik saja. Tapi karena manusia adalah sumber dari segala ketidaktahuan, mungkin juga jika bisa, perjalanan penerimaan ini akan tetap menjadi yang paling tidak mudah. Toh, aku pernah mereka - reka akan seperti apa kesedihannya, mempersiapkan setiap rencana untuk beragam kemungkinan. Bodohnya aku yang kemudian baru menyadari bahwa soal melepaskan yang amat kita cinta, akan selalu lebih besar daripada kelapangan dada.
Tapi mungkin begitulah inti dari setiap ujian yang sering kali lewat dari pencatatan. Agar tercipta lebih banyak ruang di hati kita, untuk menerima setiap rasa di dunia yang begitu luasnya. Agar kita akan selalu sedikit lebih besar daripada setiap masalah di depan sana.
Pak, dita tidak akan lagi menerka - nerka setiap mimpi, atau ingin mendengar suara hati para mati. Dita hanya akan tetap percaya bahwa bapak yang amat menyayangi anak gadisnya, tidak akan pernah habis menghibur agar setiap tangis berhenti. Setelah ini, dita akan jadi sedikit lebih besar untuk setiap masalah yang harus dihadapi tanpa cinta seorang laki - laki yang entah dimana lagi dapat dita temui. Sedikit lebih besar yang ternyata selalu cukup untuk membuat kita berjalan lagi. Sedikit lebih besar yang ternyata adalah rahasia dari kata - kata bapak dahulu, bahwa akan ada jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi.

0 comments