pasrah.

Aku pikir, aku tidak akan pernah lelah ketika bercerita soal pasrah. Bagaimana seorang manusia memiliki kerelaan berada dalam posisi terendahnya, tanpa kekuatan. Bagaimana pasrah mengajarkan bahwa sebenarnya kita hanya manusia yang tidak akan pernah habis kata kurang. Selalu penuh cela bahkan ketika orang lain berkata kita sudah sempurna. 

Ada sesuatu soal pasrah yang ajaib. Bagaimana akhirnya kita belajar bahwa kita hanyalah entitas kecil dari suatu galaksi yang luasnya tidak terkira. Bagaimana sebenarnya pasrah mengajarkan aku sesuatu soal cara menjadi kuat yang lain. Menjadi kuat untuk menerima bahwa sebenarnya kita tidak tahu apa-apa, bahkan terhadap segala urusan dunia yang setiap detailnya kita urus, kita perhatikan. Menjadi kuat dengan menerima bahwa memang seringkali beberapa hal di luar kuasa, dan keputusan final terletak hanya pada dua kata sederhana "kun fayakun" dan jadilah atau hancurlah. 

Lalu aku mengerti, mengenai pasrah adalah soal menciptakan ruang bagi semesta untuk bekerja terhadap segala yang kita usahakan. Menentukan pilihan mana yang terbaik untuk masa depan. Menciptakan jalan menuju segala yang sudah digariskan. Menuju suatu rancangan yang lebih besar dari segala keinginan.

Aku masih belajar soal menjadi pasrah dengan penuh keikhlasan. Menjadi kuat dengan tanpa kekuatan. Berserah setelah lari dan berlelah-lelah. Aku masih belajar menjadi seseorang yang selalu ingat menyertakan Dia. Selalu ingat berdoa dengan penuh kerendahan hati kepadaNya. Aku masih bealajar, terlebih ketika seringkali berpasrah tidak berujung pada keputusan yang hati inginkan dengan sangat, pada hasil yang sederhana menjadi ujung segala kecewa. Aku masih belajar. Tapi setidaknya kini, aku akan berusaha untuk selalu ingat bahwa suatu hariakan terjawablah segala tanya karna kecewa. Akan tenanglah hati karna percayanya selama ini dijelaskan oleh semesta, bahwa pasrah memang akan selalu diarahkan untuk segala kebaikan yang terbaik untuk semua.

0 comments