NOTHING

assalamualaikum......
waaa hari ini hujan hampir sepanjang sore, dingin, dan jari gue gatel untuk menuliskan sedikit cerpen yang mungkin agak absurd dan yah gitulah pokoknya. hehe.

.............................................................................................................................................
aku kelelahan melawan panasnya siang di kendaraan yang sesak dan engap ini. disini hampir semuanya remaja yang berseragam dengan tas dipangkuan. beberapa pekerja kantoran memilih duduk disisi terluar dari angkutan, memilih untuk tidak mendengarkan segala ocehan para remaja tanggung yang hampir semuanya tidak penting. dan aku berdua dengan dia, seorang laki laki yang ku kenal hampir satu tahun yang lalu. sebagian rambut dikeningnya basah karna keringat, tetap tak memudarkan sensasi yang kurasakan ketika kedua mata kami bertemu. aneh, entah karna diriku, angkutan ini, atau memang tatapannya. 

ini memang bukan hal yang asing bagiku, kami terikat disuatu hubungan yang tidak lengkap. tanpa nama, tanpa kepastian, dan sebentar lagi tanpa rasa. aku berusaha mencoba menyusun kata kata terbaik yang aku punya. one hit shot. selesai. kita harus berpisah. aku lelah menghindarinya beberapa hari ini, dan takdir mempertemukan kami disatu angkutan yang bahkan aku tak bisa mencari jalan lain untuk pergi, menghindar, sejauh yang aku mampu. tapi semua kilat kepedihan, tetesan tetesan air tak berarti, bagiku semua hanya sampah, yang harus dibakar. ini semua harus diselesaikan, sekarang, tanpa pengecualian, dan sisa. 
"gue ingin mengatakan sesuatu yang harus gue lakukan"
ia terdiam, seakan tau apa yang akan kukatakan beberapa detik setelah ini akan mengubah jarak diantara kami, semakin jauh.
"kita harus pisah, gue fikir kita nggak bisa kayak gini terus, kita clash, dan membaik setelahnya, dan kenyataannya lu nggak berubah"
"ya, lakukan apa yang menurutlu terbaik"
aku bingung harus berkata apalagi. kata kata setelahnya hanya terdengar seperti ocehan yang tak berarti, tanpa saringan dan makna. alih alih  membuat semua ini selesai, airmataku malah mendobrak dinding yang telah kusiapkan dengan tarikan napas panjang. dan segalanya menjadi tak berarti.

kami kembali lagi, membenahi semua yang telah kurobek robek beberapa minggu lalu. dan hubungan ini menjadi mirip seperti kertas, polos dan lusuh, dengan sambungan dimana mana. berkali kali sudah aku robek, dan kita menyambungnya kembali dengan segenap sisa rasa. berkali kali aku tanyakan kepada diriku sendiri, "kenapa kau kembali?". aku tak punya jawaban dan kudapati kertas itu telah menyatu lagi dengan segala kepolosannya. tak ada kata kata yang tertulis disana, karena ya, kita memang tak mempunyai sesuatu yang harus ditulis.

kita menjalin semuanya seperti tak ada badai yang baru saja menghancurkan daerah ini. aku benar benar kembali. dengan semua kata kata seperti dulu. mencoba berlaku normal dan seperti biasa, ya hanya kita. sayangnya ini tetap tak bernama.

sampai kelelahan itu menyapaku lagi. ini seperti pengujian, bukan untukku tapi dirimu. sekali kau melakukan kesalahan, takkan ada pengembalian seperi dulu, yang telah beratus kali ku lakukan. dan kau gagal, atau harus kusebut kita. aku mengambil langkah mundur, menjauh, membatasi setiap senti jarak kita dengan tembok tembok kuat tak terlihat. aku harus pergi. jauh.
.........................................................................................................................................

0 comments