Hellonjo!

Soal cerita melelahkan juga banyak hal - hal yang menyenangkan.


Hari ini, beberapa hal terasa makin jauh dari gapaian tangan. Gapapa, biar Allah yang dekatkan. Jika tidak, semoga Allah melapangkan.

Maaf ya aku kembali hanya ketika patah hati.
Aku ingin bercerita tentang hal - hal sederhana. Bagaimana sepulang kerja aku berhasil mengganti lampu kamar kami yang sudah berbulan - bulan mati. Tepat ketika Niken menyerah dan berkata esok saja, kita minta bantuan siapapun yang ada. Tapi akhirnya, aku bisa. Rasanya tidak berarti ya, tapi kuberi tau, aku sungguh bangga karna hal itu.

Aku ingin bercerita tentang hal - hal sederhana. Sekiranya cerita serupa, ingin kubagi dengan kamu. Lewat manapun kita bisa bersua. Jika kamu tau, kulakukan hal itu setiap hari. Ketika dalam perjalanan pulang dan teringat bagaimana hari itu aku diselamatkan dari orang - orang yang tidak suka aku bekerja. Ditengah mandi sore yang sesekali dan tiba - tiba jokesku siang tadi kembali dan aku tertawa lagi. Pada malam - malam sebelum lelap, ketika kepalaku dilingkupi banyak teka - teki dan kekhawatiran yang sepertinya punya kemampuan membelah diri.

Soal cerita tentang hal - hal sederhana. Sayangnya  hal - hal itu sepertinya tidak menarik untukmu. Cerita - cerita yang akan memberatkan ketika kamu mendengarkan. Cerita - cerita tidak penting yang sebaiknya dikesampingkan. Aku tau, seperti katamu, kita hanya sampai batas merencakan, ada Ia yang akhirnya menentukan. Untuk itu, atas segala yang terjadi aku menyimpulkan sesuatu. Mungkin memang tempatmu jatuh cinta pada setiap hal - hal sederhana bukanlah aku.

Gak apa. Mungkin setelah ini aku juga akan berhenti suka dengan hal - hal sederhana lainnya, lantas, berhenti bercerita.

Oh iya, soal Bapak dan Mama. Yang mungkin belum kamu sadari adalah, kedua orang tuaku sudah cukup menua. Rasanya, semakin senja, kehidupan justru tidak menjadi semakin mudah. Tak apa, sebagai anak satu - satunya, aku mengerti benar itu tanggunganku sepenuhnya. Termasuk mengingatkan mereka akan banyak hal yang semakin jadi buram di kepala. Salah satunya adalah tentang apa yang kamu ingatkan, bahwa manusia hanya sampai pada batas rencana. Selebihnya ada Ia Yang Maha Kuasa, Maha Penyayang, yang paling tau tentang segala sesuatunya. Harapanku dengan itu mereka banyak mengerti dan sedikit kecewa bahwa pada titik ini anaknya sudah tidak lagi bisa apa - apa. Tidak selalu ada hasil dari setiap yang diusahakan anaknya, ini adalah satu kegagalan yang ia harap hanya jadi kecewanya. Tidak bagi kedua orang tuanya.

Semoga segala kebaikan tetap menyertaimu.
Semoga setiap langkah kaki semakin mendekatkanmu,
Dengan setiap cita - cita,
Setiap hal yang kamu cari,
Mungkin juga rumah yang menenangkan hati.
She build a whole paper towns to only hide one endeared museum. Then the storm came in, she could do nothing. One endeared museum stood still. She realized how the more you resist, it persist. 
You know what? I'd like to think that you can not force people to feel so sure about you while they spent most of their time wander. But you always can get the right mind with knowing that whats yours will eventually stay. Even in the very unsettling situation, they will always find reason to stand still without doubt. 

Hi babe, isn't it okay if it is not him. Allah knows best, isn't he always will be?.
Hai g.

Rasanya makin berat saja. Aku mengganggu ya. Aku hanya ingin bercerita. Besok aku pergi. Ke kotamu, harusnya kamu disitu.

Engga apa, ga bisa ya.

Masih begitu banyak yang kamu repotkan disana.
Hal - hal yang kamu usahakan sepenuh tenaga.

Engga apa, aku tau ga bisa.

Meski sedikit harapanku kamu disana.
Mengantarku kemana - mana.
Mengejar sepiring nasi jagal yang kesorean.
Menunggu KRL yang terlalu malam.

Engga apa, aku gapapa kamu ga bisa.

Lain kali saja aku akan cerita, soal kisah - kisah sedih karna orang tua yang menua atau cita - cita yang sedang terasa makin jauh saja. Juga soal kabar - kabar baik, soal aku yang sekarang makin canggih saja ke stasiun sendiri. Meski tidak tau jalan, meski sendirian. Meski harus buka gmaps beberapa kali di pinggir jalan.

G, aku masih berdoa agar kamu selalu baik - baik saja. Didekatkan dengan segala cita - cita. Di lindungi kemanapun langkah kaki.

Engga apa, aku tidak lagi menunggu.
Aku hanya akan terus berdoa. Semoga Allah gak bosan - bosannya.

Oh iya, juga engga apa kalau memang bukan jalannya.
Aku sudah bilang hal yang sama denganNya. Engga apa. Aku ga menyesal. Aku tetap bahagia. Banyak hal yang tidak akan aku sadari kalau kamu tidak ada.

Oleh karnanya, engga apa. Aku yang akan jawab kalau suatu hari Bapak bertanya tentangmu lagi. Semoga kamu selalu baik - baik saja. Aku masih sangat rindu, dan maaf kalau serangkaian kata ini memberatkanmu. 
If someone ask me why. This is both nothing and everything. Things you made me realized. For many revelations that may not happen. Flaws which a lot seemed to miss. Every necessary slap to get back into the track. 

By now I understand, the most important things you need may often come uneasy. And all that are easy may be the unnecessary. Hi, to whatever we may end up, I don't have any regret.
Enjoy happiness even in its smallest form. It might get rare someday, but those little pieces will help through the day. Never waste.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Introverts in disguise. Read keeps me sane, write keeps me awake. Both of them entwined makes me alive.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Komedi putar, senja, dan sendu.
  • Adi
  • Blank Space
  • angsana
  • untuk mas

Categories

  • Reviews
  • Stories
  • Unsend Letters

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2026 (6)
    • ▼  Agustus (1)
      • musnah
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2023 (4)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2022 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2021 (15)
    • ►  November (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (46)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (28)
    • ►  Desember (11)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (9)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (21)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (62)
    • ►  November (1)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (15)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2016 (55)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (12)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (26)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2014 (48)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2013 (52)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (11)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2012 (68)
    • ►  Desember (23)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2011 (13)
    • ►  Desember (13)

Pengikut

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates