Hellonjo!

Soal cerita melelahkan juga banyak hal - hal yang menyenangkan.


Mereka adalah yang paling tidak tau kalau pertemuan dengan manusia, berbasa basi, dan ramah tamah, dapat sangat melelahkanku. Mereka memang kurangajar karna meski setiap hari bertemu, mereka tetap saja tidak mengerti. Tapi sebenarnya itu juga bukan salah mereka sih, karna segala beban yang kubawa sebelum ini telah menguap saja ketika bertemu dengan mereka yang 4 tahun ini selalu menemani. 

Mereka adalah satu kesatuan dalam memori yang akan sulit sekali kupisahkan dari hidup ini. Bahkan meski sudah ku tuliskan berkali-kali ketika suatu hari rindu ini menggulungku kembali. Mereka bisa membuatku yang tidak suka pedas jadi ketagihan ayam geprek juga seblak. Mereka bisa membuatku yang seringkali tidur cepat jadi belum terlelap meski lewat dini hari. Gila.

Mereka adalah yang membuat anak rumahan ini berujar "enak ya ternyata nongkrong-nongkrong nggak jelas". Karena mereka juga, meski tidak ada pacar, motorku tetap terjaga kesehatannya, hampir rutin dioli maupun dikencangkan ikatan rantainya, aku hanya tinggal mengeluh dan memelas agar mereka ingat bahwa aku masih seorang wanita yang hanya mengerti memandikan motornya beberapa minggu sekali. 

------------------------------------------------------
Tulisan di atas aku temukan tanpa catatan waktu yang jelas. Bisa jadi ketika menetap di Purwokerto, bisa jadi ketika yang menetap hanyalah kenangan sedangkan raga sudah tidak. Namun, sebagai updatenya, kini tanpa mereka aku baik - baik saja. Sesekali memang rindu, sesekali kami berkirim pesan meski tidak panjang ataupun lebar. Mereka berjalan pada ceritanya masing - masing. Aku juga. Mereka bertemu teman - teman baru. Aku juga. Mereka punya masalahnya. Aku juga. Mereka berbahagia. Aku pun pernah. 

Kini aku mengerti, bagaimana setiap orang yang kita temui memiliki fasenya sendiri - sendiri. Berpisah raga gak apa, yang penting pernah memberi arti :)

karna ada janji untuk setiap yang pergi, akan selalu diberi ganti
Diskusi panjang telah sampai pada satu yang kita sepakati. Bagaimana kita akan berhenti berdoa untuk semua yang terbaik menurutNya, karna akhirnya kita mengerti bagaimana Ia selama ini selalu memberikannya tanpa perlu diminta. Kini, kita sepakat untuk mengganti dengan yang lebih sederhana. Agar setiap keinginan hati sesuai dengan kehendakNya. Agar selalu ada kelapangan untuk menerima setiap yang ditakdirkan. Pagi ini kita teringat, bagaimana melelahkannya berjalan dengan hati yang terbebani karna dunia tidak sesuai dengan imaji. Yang anehnya, pada masa - masa paradoks, kita justru merasakan ragu pada hal - hal yang berada dalam genggaman, meski sebelumnya kita inginkan dengan sepenuh angan. Bukankah membahagiakan bahwa akhirnya kita sepakat bahwa hanya Ia yang paling tau akan setiap yang terbaik dan hal - hal di dunia lainnya, bahkan tentang diri kita sendiri?
Teruntuk 31 yang kedua puluh tiga.

Kita sudah sampai di februari, dan aku tidak menyambutmu tepat waktu, lagi. Tapi, semoga harapanku sampai. Agar kini kamu bisa mencintai dirimu sendiri. Tidak lagi menyalahkan diri karna segala sesuatu yang kamu tidak punya kendali. Juga akan kesalahan - kesalahan yang bukan milikmu sejak kali pertama terjadi. Berhenti minta maaf hanya karna ada jari - jari yang menunjukmu. Seketika mempercayai karna kamu terlalu takut untuk membela diri.

Semoga kamu juga bisa menghargai dirimu sebanyak itu.
Teruntuk Mei.

Ada doa yang mengiringi setiap kepergianmu. Ketempat manapun kamu menuju. Berharap meringankan segala beban yang kau bawa seiringan. Saya ingin terus saja berdoa untukmu. Jika suatu hari saya berhenti, sungguh, saya bukan tak mau, tapi hanya karna tak lagi mampu. Saat itu, semoga saya masih di ingatanmu. Dalam bentuk apapun itu.

Saya rindu.
Teruntuk gadisku. Jika suatu hari mimpimu terasa terlalu tinggi, tetaplah berlari. Meski jika kamu lelah dan ingin berhenti. Meski seolah tak ada celah yang dapat kamu lewati.
Teruntuk gadisku. Jika suatu hari kamu menangis sejadi-jadinya. Hancur sampai lebur. Tenggelam sampai rasanya sesak. Percayalah aku selalu ada di sisi. Mengamini setiap harapan yang bahkan tak berani kau ucapkan.
Teruntuk gadisku. Tak apa. Sabarlah.
Bukankah kita selalu tau, kamu pasti bisa.
.
.
.
Bukankah kini sudah berulang kali Ia tunjukkan, bahwa kamu tidak pernah sendiri.
Aku harap ini dapat melegakan setiap bagian yang masih kecewa. Aku harap ini jadi kali terakhirnya, dimana setiap kata yang akan kau baca setelahnya mengeja namamu dengan setiap tanda yang mungkin ada.

Ini sudah sering terjadi, namun kali ini aku akan berusaha jujur kepada diri sendiri. Bahwa alasan setiap percobaan melupakan selalu gagal ditengah perjalanan kemungkinan besar karna aku yang begitu lekat dengan kenangan. Ada bagian yang masih berkata bahwa diammu adalah untuk sebaik-baiknya jiwa, bahwa pergimu tidak lain agar setiap cerita yang menumpuk dapat mengisi setiap sela yang hampa pada waktunya. Bahwa kalimat sederhana di awal perjalanan adalah setulus-tulusnya kata yang dapat diucap manusia.

Bahwa kamu tidak seragam dengan setiap yang pernah menyinggahi. Ternyata, aku yang kemarin masih nyaman dengan imaji.

Kini, aku sadar bahwa setiap kata adalah sama, tanpa makna. Setiap kembali adalah langkah setengah hati karna kamu selayaknya anak laki-laki, seringkali tidak mengerti dengan apa yang diingini. Kamu bukanlah laki-laki yang terakhir kali dan karenanya sungguh aku tidak berharap akan ada kembali suatu hari.

Kini, aku ikhlaskan itu untuk terjadi. Aku maafkan diriku yang seringkali masih begitu percaya. Aku mengikhlaskan kamu yang tidak mengingatku sebagai seseorang yang pernah memberi arti. Kamu bagiku bukan cerita sambil lalu, tapi aku ikhlaskan jika kamu begitu. 

Aku cukup dengan diriku sendiri.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Introverts in disguise. Read keeps me sane, write keeps me awake. Both of them entwined makes me alive.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Komedi putar, senja, dan sendu.
  • Adi
  • Blank Space
  • angsana
  • untuk mas

Categories

  • Reviews
  • Stories
  • Unsend Letters

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2026 (6)
    • ▼  Agustus (1)
      • musnah
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2023 (4)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2022 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2021 (15)
    • ►  November (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (46)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (28)
    • ►  Desember (11)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (9)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (21)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (62)
    • ►  November (1)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (15)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2016 (55)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (12)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (26)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2014 (48)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2013 (52)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (11)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2012 (68)
    • ►  Desember (23)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2011 (13)
    • ►  Desember (13)

Pengikut

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates