tidak apa

Aku kira satu-satunya hal yang bisa diakui kepemilikannya adalah mimpi. Selagi itu baik, meski tak mungkin dan rasanya sulit sekali, tetap saja aku dekap erat sampai rasanya ada jiwa yang bergetar setiap kali mengingatnya. Dari setiap hal, yang sejatinya tidak pernah jadi milikku, aku kira bermimpi adalah suatu hadiah kecil. Satu-satunya yang dapat kita miliki, agar tetap selalu ada bahagia meski dunia tidak lagi tampak begitu terbuka.

Ternyata, aku salah. Bahkan mimpiku, tak pernah jadi milikku. Yang berarti, setiap kematiannya bisa terjadi tiba-tiba, setiap dirinya dapat dimusnahkan dengan begitu sederhana, setiap kesempatan menujunya dapat tertutup tanpa ada celah. 

Lalu karnanya, menjelang tahun ke-23, doaku sederhana berulang, agar diberikan kekuatan untuk mengikhlaskan hal-hal yang tidak ditakdirkan.

Teruntukmu,
Aku biarkan kamu mati dalam tulisan ini. Beristirahat agar hatiku tidak lagi berat. Aku biarkan mengalir dalam sungai-sungai panjang. Tidak apa, kamu sudah berjuang, dan semoga beberapa kehilangan dapat mendewasakan. Semoga hatiku dapat mencinta dengan benar, bukan lagi kepada hal-hal. Bahkan bukan kamu yang pernah aku anggap begitu sakralnya sehingga tak apa dicinta oleh sepenuhnya jiwa. Patahku berbeda kali ini, tapi tetap tak apa.

0 comments