soal terlewati

Siang ini bukan kali pertama ada yang jadi begitu menyesakkan. Mari kita habiskan setiap hal yang bisa jadi memberatkan. Mungkin dengan menyisakan sedikit harapan akan suatu hari di masa depan. Mungkin beberapa waktu setelah ini, bisa jadi hitungan bulan, beberapa tahun bahkan puluhan, atau tak apa jika satu-satunya waktu bagiku adalah ketika kamu terduduk di senja hari dengan rambut yang sudah memutih. Tidak apa meski hanya sekali waktu saat itu, ketika kamu akhirnya mengingatku pada hari-hari dulu.

Bagaimana aku berlari ketika mendengar kabar bahwa kau tak lagi baik-baik saja, kecelakaan besar, kau anfal, yang ternyata hanya lelucon di kala siang. Bagaimana segala kebiasaan sudah aku mengerti dan terima. Bagaimana aku hampir selalu ada dan jadi yang pertama. Bagaimana ketika mimpi buruk menyita segala bahagia, ada aku yang hadir di sana, menjadi seseorang yang kamu anggap begitu familiarnya. Bagaimana setiap kejatuhanmu aku coba bagi separuh agar tak lagi terlalu dalam atau menenggelamkan. Bagaimana aku juga sempat begitu, sebaliknya.

Suatu hari, semoga kamu mengingatku dan merasakan hangat di hati, mungkin dengan rasa kehilangan sekali lagi karna kesadaran bahwa ternyata ada yang pernah sangat terlewati.

Sedikit harapan yang akhirnya mencukupkanku kini dan semoga hari-hari setelah ini. 

0 comments