huft. mid night talks

assalamualaikuuuuuuuum! hehe. sekitar 3 hari lalu akhirnya gue ketemu juga sama yang namanya graduation day. agak lucu sih, mengingat kenyataannya sampe sekarang gue masih belum terima pengumuman lulus lulusan. yah tapi semoga itu pertanda kalo memang kita semua akan lulus bersama sama, amin. 

kemarin rasanya sedih karna gue nggak bisa ikut graduation day itu sampai akhir. daan gue pun lupa kalau gue bawa camera digital dan alhasil gue nggak dapet satu foto pun -___-" padahal itu camera mejeng dengan cantiknya di dalem tas, azzzzzt, nenek nenek detected. karna ada acara sesudahnya yang memaksa gue untuk naik kereta ke jogja, akhirnya gue cuma ngikutin sampai puisi gue dibacakan, dan sudah, lalu gue pulang dengan berurai air mata karna terharu, suara hati gue dibaca di graduation. rasanya tiba tiba terharu aja mendengar itu dibacakan, hal yang dulu memang gue impikan ketika menulisnya, dan kejadian! Allah maha baik dan mendengar segala permintaan makhluknya, walaupun permintaannya agak selengekan dan nggak penting, hahaha.

lalu yang kedua pasti sedih. gue pisah sama temen temen yang udah 3 tahun ini mewarnai kehidupan gue, syailaaaaaaaaaah soswit amat dit dit. gue pengen banget nulis tentang mereka disini, tapi itulah dia kelemahan gue. kadang gue speechless kalo harus menuliskan tentang sesuatu yang kelewat bahagia atau kelewat sedih. rasanya speechless, kehabisan kata yang tepat untuk menyampaikannya dan mentransfer apa yang ada di dalam otak gue ke kalian, huft. bener bener, kita harus lebih kuat dari perasaan itu sendiri kalau mau merubah bentuknya jadi sesuatu yang bisa dinikmati orang lain. dan terkadang gue lemah sama perasaan sendiri. oke sip, faktanya sering. terlebih akhir akhir ini. tapi ada bagusnya juga sih, gue jadi lebih tau kalau ternyata itu kelemahan gue. 

oh iya ada satu hal lagi yang..... emm, gue nggak bisa bilang ini bikin sedih sih, tapi ya gimana ya, gue bingung, hahaha. well, 3 tahun laluuuu, gue pernah janji sama seorang cowok, dan tepat graduation day kemarin janji itu jatuh tempo. dan akhirannya, yah sama seperti rencana yang disusun jauh jauh hari, berakhir dengan nothing. kecewa sih nggak, klimaks sakitnya udah lewat, tapi lebih ke semesta-itu-unpredictable-sekali. maksudnya, 3 tahun lalu tepat 3 hari kemarin mungkin bisa jadi tanggal anniv gue yang pertama, akhirnya cooy selama 17 tahun gue nggak menjomblo! huahahaha. 

yah agak kampungan sebenernya, seolah olah pacaran adalah suatu hal yang worth it untuk dibanggakan (yang faktanya nggak sama sekali). cuma namanya abg, pasti ada suatu keinginan untuk mencoba hal baru, hal yang orang lain lakukan dan gue nggak. terlebih kala itu, hampir semua temen temen gue pacaran. nah gue yang sendirian jadi penasaran, enak kali ya kalo ada yang merhatiin setiap hari, care sama kita, nganterin pulang, jadi gue nggak harus naik angkot panas panasan, atau jambak jambak rambut temen buat dipaksa jadi tebengan *ini sangat tidak untuk ditiru*, yah dan hal hal lain yang sepele. hal yang dulu terlihat penting dan menyenangkan.

gue juga tidak dibesarkan dari keluarga yang ilmu agamanya kuat banget. biasa aja, mereka melihat pacaran bukan sebagai hal yang mendekatkan kepada maksiat, zina, atau hal hal lain yang seperti itu. mereka menyerahkan sepenuhnya itu kepada gue, selama masih dalam batas wajar dan norma norma yang berlaku. yah dan pada akhirnya, yang membuka mata ternyata bukan mereka tapi teman sepergaulan yang ilmu agamanya lebih tentang itu. saling mengingatkan bahwa pacaran adalah suatu hal yang tak perlu. well, sekaran gue nggak mau ngebahas dari segi agama sih sebenernya, yuk capcus.

jadi, dulu itu adalah suatu hal yang waw banget, bagi gue si gadis norak yang nggak tau apa apa soal dunia dan isi kepala cowo beserta cara berfikir mereka yang asli, absurd abis -___-". akhirnya gitu, ada seseorang yang bisa dipanggil dengan "my own", rasanya....... yah gitulah. dan dulu 3 tahun itu berasa lamaaaaa banget. kayak nggak bakal selesai, kayak hari kelulusan adalah salah satu hari yang paling gue inginkan setelah hari pernikahan tentunya, huahahaha, oke ini dita versi norak bin lebayatun. nggak lebay sampe segitunya sih, tapi iya, jelas ditunggu. dan dengan begonya yah, bego sekali, gue nunggu beneran bro sampe 3 tahun bro. sebenernya sih bukan gue yang nunggu, harusnya dia yang nunggu gue sampe lulus, tapi kenapa akhirnya malah gue yang nungguin dia. ini sulit, gue harus berfikir keras, keras sekali kenapa ini bisa terjadi. ini pasti konspirasi zionis! pasti.

oke sip
krik
to the krik
to the krik krik
karna itu jelas nggak nyambung dit.   

well, back to the main topic. oke taruhlah gue menunggu cowo itu. dan ini terjadi bukan karna saking gue takut sendiriannya atau takut menjomblo atau hal hal semacam itu. gue bukan cewek yang menomorsatukan hal hal soal percintaan dalam hidup, bukan salah satu hal yang harus diberi perhatian lebih dan dikejar sampai mati. toh jodoh akan datang sendiri nantinya, cepat atau lambat. gue juga nggak stuck atau sebut lah, gagal move on. 

well, move on dan perasaan bisa jadi dua hal yang berbeda. move on kita hanya butuh gerak, secara fisik dan perilaku, suatu hal yang dapat dipaksakan, beda sama perasaan. nggak bisa diatur kapan lu harus berhenti memberi perasaan sama seseorang. oleh karna itu gue pun mengatur apa yang masih bisa gue atur, dan membiarkan apa yang tak bisa gue atur. hidup se simple itu. when you cant hold it up, just let it go.  

agak salah kalau menyebut gue gagal move on. apa salahnya kalau sampai akhir gue hanya ingin menjaga komitmen apa yang dulu gue bangun dengan senyum, ini dita so swit abis. ini lebih karna gue salah satu orang yang takut banget sama ngelanggar janji. well, walaupun menurut gue karma itu nggak ada, adanya pelajaran, kesempatan untuk lu merasakan bagaimana rasanya ada di posisi orang lain yang diperlakukan secara tidak baik oleh diri lu di amsa lalu. akan ada satu momen "oh jadi gini ya rasanya jadi si xxx", dan akhirnya karna lu tau rasanya nggak enak, maka lu nggak akan mengulanginya di kemudian hari. nah, gue hanya takut untuk melnggar janji itu, just in case kalau di kemudian hari yang di atas menunjukkan rasanya janji di langgar dan harapan di pupuskan. well, paragraf ini agak alibi sih sebenernya, tapi ya nggak sepenuhnya salah juga sih, aduh gu engomong apaan sih nih -___-"

makanya hati hati sama hati :p like, makan tuh hati dit -___-". rawan juga sih ngebahas hati disini berhubung gue juga nggak tau banyak soal hal yang satu ini, kelewat rumit. yah ayo kita capcus soal itu.

ingetnya lucu aja, kalau ternyata kita memang benar benar nggak bisa dengan yakin menggambar masa depan di ujung jari. dulu waktu kecil, impian gue se simple, hidup, belajar yang rajin, dapet nilai bagus, lulus, orang tua bangga, dapet kerja, mapan, orang tua bangga, kita bahagia. se simple itu. tapi well, dalam perjalanannya nggak akan pernah se simple itu. bisa aja ngomong "besok kita jadian ya" eh siapa tau malemnya kita dimimpiin orang lain dan punya feeling kalo itu jodoh kita lalu besoknya bilang lagi "eh nggak jadi deh, Tuhan tadi malem ngasih sign, ternyata jodoh gue cewe lain, bukan lu" uuuuuuh itu rasanya double stab abis.

seperti, tiga tahun lagi, kita lulus, kita akhirnya punya hubungan yang pasti, kita akhirnya bernama, walaupun bakal kepisah lebih jauh, tapi kita percaya, gue percaya lu, dan sebaliknya, kita bisa surat suratan biar so sweet sekalian, nanti saat kita sama sama libur dan pulang ke tangerang, kita ketemu, dan makan mi ayam lagi kayak dulu, bercanda dan cerita apa yang udah terlewat selama beberapa bulan di pisah jarak, kita bahagia. "you are my first and my last" become true.

nah itu impian, dan akhirnya? haha lucu. akhirnya nggak ada "kita" yang bernama, malah sekarang cuma ada gue dan dia yang hampir nggak saling kenal kalo nggak dipaksa satu ruangan. gue yang menjalani hidup lagi seperti sebelum ketemu cowok itu, dan dia yang move sama orang lain. janji itu udah kayak bercandaan anak kecil yang bener bener nggak ada artinya. malah rencananya beberapa bulan lagi tangerang nggak akan jadi rumah tempat gue pulang liburan, ya, gue sekeluarga rencananya akan pindah rumah. nah pindah rumah sama pindah hati itu sepaket juga nggak sih kayak telor sama ayam di paket hematnya mcd :", well, just saying hehe. tapi bagusnya, akhirnya gue harap kita sama sama bahagia, walaupun tidak dengan cara yang direncanakan di awal, even theres no tangled fingers that keep the promises along between us. tapi akhirnya kita bahagia dengan cara masing masing yang lebih direstui Tuhan :")

yah tapi namanya idup yah, kalo ketebak mah namanya sinetron indonesia, bukan idup, emaap, hauahha. kita sebagai pion yang hanya bisa menjalankan saja, kenapa nggak di jalankan dengan sebaik baiknya, toh nggak perlu serumit seperti Yang Maha Merancang kan :"

woiya, gue lupa nih, gue lagi deg degan nungguin hasil Ujian Nasional yang keluar beberapa hari lagi, hahaha. seketika merasa berdosa ngomongin hal hal kayak gini di blog -___-", yah nggak berarti gue nulis kayak gini gue menuhankan hal hal yang menye menye seperti ini. kehidupan gue yang lebih penting dan crucial nggak bisa diceritain disini, nanti aja kalo udah ada buktinya ya, amin. tapi ya, well, nggak bisa dibohongin juga, gue lega aja, kalo udah nulis apa yang ada di pikiran gue, rasanya langsung plong :D, terimakaish klinik tong fang! eh salah, terimakasih blog, mmmuaaaah :*  dan satu lagi, semoga kita lulus semua ya angkatan 2013, amin :")

0 comments