Hellonjo!

Soal cerita melelahkan juga banyak hal - hal yang menyenangkan.




Lama kelamaan, dimulai dari ritual kata kata pembuka “gue memilih bahagia hari ini” di awal pagi, maka kejaiban move on akan menyapa. Keliatannya ecek ecek banget karena conoh kasusnya berasal dari permasalahan khas anak remaja, tapi dasarnya bisa membantu dalam kehidupan sehari hari.

Nggak selamanya hidup sesuai dengan apa yang kita inginkan,nggak sesuai ekspektasi diri atau orang sekitar, dan itu semua dapat dipastikan bikin kecewa. Seberapa besarnya rasa kecewa ya bergantung pada berapa banyaknya harapan yang ditaruh dalam setiap ekspektasi. Dan kita terlalu berlarut larut disana, kita memilih untuk terus kecewa. Perspektif yang diliat Cuma negatifnya aja, jadi nggak kepikiran bahwa apapun yang terjadi, kita selalu, selalu punya pilihan untuk bahagia. Hak yang dikasih tuhan langsung tanpa perantara dan kita buang gitu aja. Wasted. Mungkin susah untuk merubah perspektif kita ke sisi positif, di awal. Tapi kenapa kita nggak berusaha lebih untuk lompatan awal, awal memang selalu jadi yang tersulit kan.

Sebutlah gue disini sok pinter dengan omongan yang sok bener. Tapi ini semua gue tulis berdasarkan pengalaman. Gue sering kecewa, terlebih akhir akhir ini. Tapi karena gue teringat peristiwa di atas, bahwa gue pernah sukses dalam pilihan untuk bahagia apapun yang terjadi, maka kali ini pun gue ingin memilih lagi, untuk bahagia tentunya. Mulai belajar menerima keadaan lagi dari awal. Menjaga dan mengembangkan apa yang gue punya sekarang dan tutup mata pada apa yg nggak gue punya, nggak gue berhasil dapatkan. Toh selama ini Tuhan nggak pernah salah, Dia selalu tau mana yang paling gue butuhkan.

Berakhir dengan kata kata terkenal “hidup itu adalah pilihan”. Pilihan antara terus kecewa atau bangkit dan bahagia, mana pilihan lu tergantung hati dan sudut pandang. Bukan kondisi atau situasi. Jadi sekarang mana yang lo pilih? :)  
assalamualaikuuuuum semuaaaa! hah, akhirnya gue pindah juga dari kota yang hampir 18 tahun ini menjadi rumah setiap gue pulang kampong. Sekarang gue nggak kehilangan rumah, tapi kehilangan tempat untuk “mudik” karna akhirnya gue tinggal di kampong -___-“

oke, itu nggak terlalu penting. Kemarin gue nggak sengaja nyangkut di acara motivasinya Mario Tegar menghadapisegalacobaandanpatahhati , dan kali ini dia membahas tentang “memilih kebahagiaan” dan gue tertarik untuk membahasnya.

Banyak orang yang bilang kalau kita terikat dengan takdir. Saking terikatnya kalau sunatullahnya kita harus jatuh, ya kita akan jatuh. Tapi karena akhir akhir ini gue cukup banyak ‘jatuh” maka otak gue yang mulai menumpul pun diajak untuk memikirkan hal yang tergolong penting, karna biasanya otak gue terlalu tenggelam dalam keasikan memikirkan hal hal yang menurut orang lain nggak penting, seperti gue pernah berfikir keras, kenapa temen temen gue manggil gue alay, padahal gue nggak alay, juga kenapa mereka menambahkan jones sebagai nama tengah gue, padahal gue hanya jomblo dan nggak ngenes sama sekali! Camkan itu!, suatu hari gue akan mengumpulkan para jomblo untuk menyatukan kekuatan dan membuat dunia percintaan kalian luluh lantah huahahaahaha *tawa jahat*.

Nggak nyambung kan? Oke back to topic.

Saat pertama, mungkin bukan salah satu cobaan terberat karena ini cuma masalah percintaan remaja yang ecek ecek abis, cenderung alay dan tidak elegan -____- *gue pun masih heran kenapa gue bisa sampe segitunya, khilaf kali ini kelewat berat, bahkan sulit untuk gue memaafkan diri sendiri, huaaaa :””*. Jadi cowok yang pernah dekat sama gue, akhirnya dekat dengan cewe lain, dan kita, ya kita, gue, dia dan dia, sekelas. Kebayang kan gimana situasinya? Gue yakin pasti kebayang dan memahami, mengingat kalian sudah sangat teredukasi lewat ftv ftv kalo masalah kayak ginian, ya Cuma beda pemain, dan kali ini real :””. Mereka berduaan dan gue mojok sendirian di sudut kelas, sederhananya? Suram. Aura gue hitam butek dan hampir setiap hari diterpa badai angin puting beliung.

Nah keadaan itu otomatis membuat hari hari gue dikelas tambah “berwarna”. Hampir setiap hari ada kejutan kejutan yang dihadirkan. Tenang aja, ini benar benar kejutan kok, dan nggak semuanya nyakitin seperti yang kalian pikirkan. Situasinya pada saat itu, dia bimbang dan gue pun bimbang. Jadi ya maju mundur. Kadang kadang dia balik lagi yang bisa membuat gue melayang diatas awan dan besoknya bisa aja langsung jatuh ke cisadane dan hanyut kebawa banjir kiriman. Atau kadang kadang teman teman gue datang dan meramaikan hidup gue, dan lagi lagi gue dilambungkan ke atas awan. lupa deh sama cowok kayak gitu. Gampangnya, patah hati mudah dilupakan oleh kehangatan pertemanan. Dan dari berbagai macam mood yang absurd kala itu, rasanya hidup gue ada di roller coaster. terlalu cepat untuk ada di atas dan belum bersiap ketika tiba tiba dijatuhkan. Pada suatu titik gue takut untuk terlalu bahagia hari ini.

Gue hampir berkesimpulan, kalau gue terlalu bahagia hari ini, maka dapat dipastikan esok hari gue akan tenggelam dalam lautan kesedihan. Dan jangan meremehkan kekuatan pikiran, when you think blue is red, then, it is. Semua yang gue pikirkan jadi kenyataan, dan sialnya kenapa yang jadi kenyataan Cuma yang jelek jelek aja -___-“. Gue takut untuk terlalu bahagia. Menyedihkan ya? Betapa pengecutnya gue kala itu.

Lama kelamaan kesabaran gue habis, gue nggak kuat untuk selalu ada di “never ending roller coaster”. dan di atas motor, gue sampai pada suatu kesimpulan “ini hidup yang hak pinjamnya seluruhnya ada di gue, dan hanya gue yang berhak memilih untuk bahagia atau tidak, bukan cowok absurd atau kondisi yang super rese”. Dan sejak saat itu gue berniat untuk mengamalkan ilham itu pada setiap keseharian.

Gue nggak bilang kalau setelah mendapatkan ilham yang cemerlang lalu kita dengan gampang dapat merealisasikannya di kehidupan, karna faktanya itu susah. Esoknya, komitmen super gue pun diuji. Begitu sampai kelas, Cuma ada 2 orang yang berkumpul, dan seperti yang kalian duga, itu mereka. Dan gue masih tetap sendirian -___-“, harusnya ada pangeran berkuda yang datang membawa gue pergi dari sana dan bikin envy warga sekitar, tapi kenyataan tetap kenyataan, gue tetap sendirian, saat itu.

Pada hari hari sebelum “pencerahan”, melihat hal itu akan membuat gue menaruh tas dan langsung chaw dengan kecepatan cahaya keluar kelas, pengennya sih langsung menembus langit ketujuh, ngadu sama tuhan biar gue langsung dikutuk jadi cantik kayak taylor swift biar dia nyesel setengah idup, tapi sayangnya sekolah gue Cuma 2 lantai -___-“. Eeeit jangan sedih, karna gue sudah berjanji bahwa hari ini akan berbeda “gue memilih untuk bahagia hari ini, bukan cowo yang lagi flirting sama cewe lain dengan asiknya di dalam kelas” (sfx: tengtedengtedeeeeeeeeeng, suara gendering penuh kepercaya dirian bertabuh kencang di telinga). Dengan dagu ditegakkan, dada dibusungkan *agak ambigu ya*, dan langkah gue semakin mantap walau tas yang isinya udah kayak toko buku terasa berat *bukan melebih lebihkan, ini benar benar berat, suwer kewer kewer, karna ini kapan kapan kalau gue punya waktu senggang, maklum sibuk abich, gue mau ngajak ngopi ngopi santai menteri pendidikan buat ngobrolin penderitaan anak sma jaman sekarang yang tasnya udah berasa isi baja ringan semua -___-“*, gue pun masuk kedalam kelas, nggak lupa tampang super cool walau di dalam hati ada bara api yang bersuhu 1237 kelvin, menaruh tas dengan woles dan elegan. Lalu gue duduk, oh pasti cari tempat duduk didepan mereka dong, biar sinetron tambah seru. Dan saat itu gue bingung mau ngapain lagi setelah duduk -___-“

Gue putuskan untuk belajar (re: pasang headset, bolak balik lks, browsing lirik lagu). Pokoknya apapun gue lakukan, dan terimakasih Tuhan, karena nggak lama setelah kegiatan “belajar” gue berlangsung teman gue pun datang, dan dunia gue penuh canda tawa. Tawa gue kala itu terasa lebih kencang dari sebelumnya, dia berbunyi “MAMAM! GUE MASIH BISA NGAKAK WALAUPUN LU JUNGKIR BALIK, SENAM ATLETIK, JOGET ASEREHE SAMA CEWEK LAIN, NGGAK PEDULI! MUAHAHAAHA”. Itu baru balas dendam, dan gue bahagia :”). dan hari hari selanjutnya, karna gue telah memilih untuk bahagia hari ini, setiap hari ketika gue baru bangun tidur, maka itulah yang terjadi.

Pada beberapa hari, kata kata itu kadang diuji. Terasa berat untuk diamalkan, sampai sampai gue hampir menyerah “apa memang pilihan kebahagiaan bukan hak gue”. Lalu ketika hampir jatuh gue tinggal mengencangkan tekad dan meneriakkan kata kata ajaib di dalam kepala, magicnya, gue dapat kekuatan untuk bisa memilih lagi.

Sebenarnya, kalau gue boleh jujur adalah, bukan keadaan yang mengikuti pilihan hati, tapi pilihan hati gue yang mengikuti keadaan. Sederhananya, gue hanya mengganti “kaca mata”. Mengganti sudut pandang gue dalam melihat segala sesuatu di depan. Membiasakan diri dengan sikon yang sedang berlangsung dan fight back. Mungkin dulu, ngeliat mereka berduaan bisa menjatuhkan gue jadi kepingan kepingan kecil, tapi sekarang, pemandangan mereka yang sedang dekat yang berubah menjadi kepingan kepingan kecil. Gue mengabaikan dan melangkah, gue tau ngeliat kayak gitu Cuma bikin sakit, sedangkan memikirkan dan menjaganya terus ada dalam pikiran bisa bikin luka tambah berdarah darah, sampe tumpeh tumpeh *halah*, intinya kegiatan diatas nggak ada nilai positifnya, karena itu gue memilih untuk nggak melakukannya lagi. Gue berhenti menjadi pecandu perih. Gue menyalurkannya ke hal hal yang lebih penting, kalau duduk bikin sakit, maka gue berdiri. Kalau berdiri tambah sakit, maka gue berjalan. Kalau sampai berjalan sakitnya belum ilang, maka gue berlari. Lari terus sampai sakit itu nggak kerasa dan ketiup angin.
its not my time... its theirs. and i do happy for them.

assalamualaikuuuuum kaliaaaaaaaan. hehe, udah lama gue nggak cuap cuap ngalor ngidul disini. gue kangen banget sih sebenernya, tapi apa dayaaaaaa, gue masih dalam perjuangan menuju kampus impian. dan tepat kemarin adalah hari penentuannya. dari kata kata diatas mungkin kalian tau hasilnya kayak gimana, yep! gue nggak lulus sbmptn, hehe. dan dari temen temen gue, bisa dibilang, cuma gue yang nggak dapet.

its hurts actually, yet happy at the same time. i am happy for them, they get what they want, what they needed. thats what Allah always gave to us. dan masalahnya adalah, gue, agak, sedikit, tidak, menerima. berat emang, bukan masalah universitas atau titelnya, tapi ya ketika lu sudah mengorbankan beberapa hal, dan nggak dapet payback yang diharapkan, pasti kecewa. itu yang gue rasakan kemarin. rasanya tuh ya, segala perjuangan gue, yang ngerjain buku segede gede gaban, pulang malem, konsul setiap hari, sampe dijabanin tes nggak di kota tercintah, itu semua wasted. percuma, kayak nggak ada gunanya, karna pada akhirnya gue bakal di swasta swasta juga, yang nggak perlu usaha yang sebesar itu untuk jadi mahasiswa disana. dan terlebih lagi adalah, ngecewain orang tua. mereka udah keluar duit yang nggak sedikit untuk akomodasi gue wira wiri sana sini, belum segala pembayaran swasta yang ditempatkan di bangku cadangan. rasanya jadi dobel dobel.

nangis? oh jelas. bukan gue kalo nggak sensitif soal pengorbanan, well, mungkin manusia kebanyakan pun seperti itu. sebenernya gue sudah menyiapkan diri, sehari sebelum hari pengumuman doanya udah ganti dong bos, dari minta yang dikasih terbaik jadi, minta diberi kekuatan atas segala keputusan yang esok akan Ia tetapkan. yaaaa minta kekuatan gitu lah intinya, direndahkan hatinya kalo keterima, dan dilapangkan dadanya jika yang terburuk datang. dan ternyata, when it comes the worst, i lose my self control in an instant. hal yang pertama gue katakan sama nyokap adalah "maaf ma, aku nggak lulus, lagi. maaf maaaf banget", and the soap opera start to roll.

sejujurnya semua luapan emosi itu wajar, sangaaaat wajar. istilahnya gini, dalam judi, sakitan mana yang kalah taruhan seribu perak, sama 10 juta?. dan sialnya, ini bukan lagi soal uang. lebih dari itu, ada waktu, harapan, mimpi, dan pada beberapa orang masa depan. get state university they said, you will get success instead. agak kurang setuju sih, tapi untuk poin sekolah dapat merubah masa depan atau garis hidup, gue setuju. yah tinggalkan itu sejenak. intinya,yep! im definitely fallin into pieces. at that time. terlebih lagi nggak selesai sampai situ, beberapa hari setelahnya pun, gue belum mendapat kabar baik. gue gagal tes um undip. faktanya kali ini, gue bukan kalah soal kapasitas otak, tapi keteledoran, a little important piece. gue lupa nulis kode soal, dan itu kesalahan yang nggak bisa ditolerir sama sekali. sebegitu pentingnya untuk kita memperhatikan setiap detail penting. hal yang gue kurang, i just dont put extra attention for every details. dan hal itu bener bener jadi pelajaran di masa depan. setelah itu gue berjanji dalam hidup gue untuk memperhatikan setiap hal terkecil dalam hidup, bahkan ketika orang lain nggak aware soal itu. and then life must go on....

jumlah teman teman yang jadi teman seperjuangan untuk mendapatkan ptn makin sedikit seiring keluarnya beberapa pengumuman ujian mandiri. dan fakta bahwa gue belum dapet ptn manapun, cukup membuat down. rasanya sendirian. dan ternyata pada saat itu, gue tau, mana yang benar benar perhatian, dan mana yang sekedar pemuasan rasa ke"ingin tahu"an. it really is saddening. tapi ya, Tuhan menciptakan berbagai situasi dengan proporsi yang sempurna. tergantung kacamata apa yang kita pakai untuk melihatnya.

tapi akhirnya gue sadar, dulu gue pernah berdoa sama Tuhan. sekarang, gue akan mengusahakan segala apa yang bsa gue usahakan untuk mencapai impian gue, tapi kalau memang Allah emang berkata tidak, maka ya, gue terima. dulu berdoa seperti itu terasa mudah, gue nggak bakal nyangka kalau ketika kita telah berusaha dan tidak mendapatkan apa yg diharapkan itu rasanya bakal sesakit ini. sorry to say, ikhlas is hard enough for me. move on kali ini lebih susah :"". Allah seperti mau menunjukkan ke gue "mana kata kata lu dulu? yg bilang mau menggantungkan sepenuhnya sama gue?" jleb. dan gue tersadar, kali ini, gue benar benar mempertaruhkan semuanya sama Tuhan, jadi ya konsekuensinya adalah, gue harus menerima segaa keputusan yang telah Dia tetapkan. maka gue menerima. kali ini dengan lapang dada dan ikhlas hati.

positifnya adalah, hidup jadi terasa ringan, jerawat gue mulai perlahan mengundurkan diri dari muka. haahaha. terkadang kita emang nggak bisa terima apa yang Tuhan mau, apa yang Ia tetapkan, tapi suatu hari, kita akan mengerti, kenapa. alasannya.


A Little Piece Of Heaven
Avenged Sevenfold

Before the story begins, is it such a sin, 
For me to take what's mine, until the end of time? 
We were more than friends, before the story ends, 
And I will take what's mine, create what
God would never design

Our love had been so strong for far too long, 
I was weak with fear that
Something would go wrong, 
Before the possibilities came true, 
I took all possibility from you
Almost laughed myself to tears, 
(Hahahaha! ) 
Conjuring her deepest fears 
(Come here you fucking bitch! )

Must have stabbed her fifty fucking times, 
I can't believe it, 
Ripped her heart out right before her eyes, 
Eyes over easy, eat it, eat it, eat it! 

She was never this good in bed
Even when she was sleeping
Now she's just so perfect I've
Never been quite so fucking deep in
It goes on, and on, and on, 
I can keep you lookin' young and preserved forever, 
With a fountain to spray on your youth whenever

'Cause I really always knew that my little crime
Would be cold that's why I got a heater for your thighs
And I know, I know it's not your time
But bye, bye.
And a word to the wise when the fire dies, 
You think it's over but it's just begun
But baby don't cry

You had my heart, at least for the most part
'Cause everybody's gotta die sometime, we fell apart
Let's make a new start
'Cause everybody's gotta die sometime (yeah)
But baby don't cry

Now possibilities I'd never considered, 
Are occurring the likes of which I'd never heard, 
Now an angry soul comes back from beyond the grave, 
To repossess a body with which I'd misbehaved

Smiling right from ear to ear
Almost laughed herself to tears

Must have stabbed him fifty fucking times
I can't believe it
Ripped his heart out right before his eyes
Eyes over easy
Eat it, eat it, eat it

Now that it's done I realize the error of my ways
I must venture back to apologize from somewhere far beyond the grave

I gotta make up for what I've done
'Cause I was all up in a piece of heaven
While you burned in hell, no peace forever

'Cause I really always knew that my little crime
Would be cold that's why I got a heater for your thighs
And I know, I know it's not your time
But bye, bye
And a word to the wise when the fire dies
You think it's over but it's just begun
But baby don't cry

You had my heart, at least for the most part
'Cause everybody's gotta die sometime, we fell apart
Let's make a new start
'Cause everybody's gotta die sometime (yeah)
But baby don't cry

I will suffer for so long
(What will you do, not long enough)
To make it up to you
(I pray to God that you do)
I'll do whatever you want me to do
(Well then I'll grant you a chance)
And if it's not enough
(If it's not enough, If it's not enough)
If it's not enough
(Not enough)
Try again
(Try again)
And again
(And again)
Over and over again

We're coming back, coming back
We'll live forever, live forever
Let's have wedding, have a wedding
Let's start the killing, start the killing

Do you take this man in death for the rest of your un-natural life? 
(Yes, I do.)
Do you take this woman in death for the rest of your un-natural life? 
(I do)
I now pronounce you... 

'Cause I really always knew that my little crime
Would be cold that's why I got a heater for your thighs
And I know, I know it's not your time
But bye, bye
And a word to the wise when the fire dies
You think it's over but it's just begun
Buta baby don't cry

You had my heart, at least for the most part
'Cause everybody's gotta die sometime, we fell apart
Let's make a new start
'Cause everybody's gotta die sometime yeah
But baby don't cry
mungkin lagu diatas udah sering kalian denger dan terkesan sooo mainstream karna ini merupakan salah satu lagu avenged senvenfold yang mendunia. biasanya abg abg menggunakannya untuk terlihat keren karna ngedengerin lagu agak metal kayak gini. tapi ya, menurut gue, lagu ini punya arti lebih dalam dari itu. jauh sebelum tahun 2013, 2 tahun sebelum lulus smp. 

jadi ceritanya saat jaman jaman jahiliyah dulu, gue pernah ngefans sama seorang cowok yang well, gue nggak munafik, dulu (tolong digarisbawahi ya) dulu dia terlihat keren. eh dapet nomernya! huahaha. dan gue bersma seorang cuubud pun menelfon dia dengan private number, daaaan lagu ini RBTnya dia. saat itu gue sama sekali nggak tau ini lagu siapa, judulnya apa, hanya saja, kalau ada lagu ini, yang kebayang pasti langsung si cowok itu. well, dimaafkan saja, dalam fase fase pertengahan sampai akhir ke-alay-an anda, memang akan banyak hal bodoh terjadi yang bisa dipastikan menjadi penyesalan ketika sudah sampai pada tahap dewasa. tapi itu dulu ya, sekarang gue nggak pernah nelfon nelfon orang pake private, ciiyus kewerkewer deh. rasanya kurang sopan dan seperti psikopat. nelfon biasa aja tanpa private apa salahnya sih, hanya saja memang, dalam kasus gue dahulu, hal itu membutuhkan keberanian yang cetar membahana. syahrini belum terkenal sih dulu, jadi dia nggak bisa nyemangatin gue -___-"

nah setelah 2 tahun gue kenalan sama lagu itu (walaupun sampe sekarang gue malah nggak pernah kenalan sama cowok itu -___-") akhirnya bro! gue tau judulnya bro! huahaha. iya, jadi ceritanya gue dapet temen temen sekelas yang asik paraaaaaah. dan mereka se gank adalah penggemarnya avenged sevenfold sekalii. ketika sedang ribut ribut di pojokan kelas dan dorongan untuk ngepoin mereka tak tertahankan, maka jadilah gue ikutan nimbrung. terlebih memang, kalo udah ngeliat anak anak cowok di pojokan kelas rame rame pasti pikiran kita sebagai cewe alim langsung yang enggak enggak, if you know what i mean -___-". tapi ternyata apa yang gue temukan sodara sodaraaa?!!!!

jeng

jeng

jeng

jeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng

video kartun yang gore abis. batin gue tertekan #lebay. buat yang nggak pernah liat video klip lagu ini, gue ceritain aja ya, videonya itu kartun tapi tusuk tusukan, dengan darah everywhere, sadis, dan gambarnya tajam tajam, jadi terkesan menyeramkan, tapi lagunya? enak!. jadi buat yang nggak terlalu suka sama lagu scream tapi pengen coba sensasi baru, lagu ini bagus lah buat kalian, huahahaha. sejak saat itu kita semua jadi suka sama lagu itu, beberapa temen cewek gue malah jadi penggemar avenged karna lagu ini sampai sekarang. gue? batin gue belum cukup kuat, gue masih ada di level taylor swift dan maroon 5 -___-" tapi kalo lagu ini gue suka!. kita jadi suka nyanyiin lagu itu bareng dan gila gilaan. dan sejak saat itu mindset gue berubah. sekarang setiap denger lagu ini, yang ada di otak gue adalah mereka, temen temen smp yang pelo abis. 

sekarang gue kangen sama mereka pake banget. saat berteman sama mereka rasanya gue punya rumah baru, yang gue bisa jadi diri gue didalamnya. pertamanya agak berat pisah dari mereka semua. sahabat sahabat yang nemenin gue selama 3 tahunan smp. kegilaan mereka, genk warnet, ngerumpi sama ciwi ciwi kece, nonton saw, dan mangkal di base camp andalan. dan terakhir, karokean lagu diatas sama mereka seadanya. tapi well, Allah memang selalu menggantikan apa yang telah hilang dengan yang lebih baik. dan ternyata di sma gue dapet temen temen yang sama carenya. dan sama sama bisa dijadikan rumah kedua :". intinya sih, sekarang, malem ini, gue lagi kangen sama temen temen gue semuanya, baik smp maupun sma :". hah, how lucky i am to have such guys like you :""""".



sebenernya masih banyak yang lain, terutama genk warnet. tapi gue nggak punya foto mereka berempat full team, huaaaaaaaaaa.



kali ini simple. thanks for every hurt, tears, memories, friends (well said its family), dear high school. new start eh? ah :")
assalamualaikuuuuuuuum! hehe. sekitar 3 hari lalu akhirnya gue ketemu juga sama yang namanya graduation day. agak lucu sih, mengingat kenyataannya sampe sekarang gue masih belum terima pengumuman lulus lulusan. yah tapi semoga itu pertanda kalo memang kita semua akan lulus bersama sama, amin. 

kemarin rasanya sedih karna gue nggak bisa ikut graduation day itu sampai akhir. daan gue pun lupa kalau gue bawa camera digital dan alhasil gue nggak dapet satu foto pun -___-" padahal itu camera mejeng dengan cantiknya di dalem tas, azzzzzt, nenek nenek detected. karna ada acara sesudahnya yang memaksa gue untuk naik kereta ke jogja, akhirnya gue cuma ngikutin sampai puisi gue dibacakan, dan sudah, lalu gue pulang dengan berurai air mata karna terharu, suara hati gue dibaca di graduation. rasanya tiba tiba terharu aja mendengar itu dibacakan, hal yang dulu memang gue impikan ketika menulisnya, dan kejadian! Allah maha baik dan mendengar segala permintaan makhluknya, walaupun permintaannya agak selengekan dan nggak penting, hahaha.

lalu yang kedua pasti sedih. gue pisah sama temen temen yang udah 3 tahun ini mewarnai kehidupan gue, syailaaaaaaaaaah soswit amat dit dit. gue pengen banget nulis tentang mereka disini, tapi itulah dia kelemahan gue. kadang gue speechless kalo harus menuliskan tentang sesuatu yang kelewat bahagia atau kelewat sedih. rasanya speechless, kehabisan kata yang tepat untuk menyampaikannya dan mentransfer apa yang ada di dalam otak gue ke kalian, huft. bener bener, kita harus lebih kuat dari perasaan itu sendiri kalau mau merubah bentuknya jadi sesuatu yang bisa dinikmati orang lain. dan terkadang gue lemah sama perasaan sendiri. oke sip, faktanya sering. terlebih akhir akhir ini. tapi ada bagusnya juga sih, gue jadi lebih tau kalau ternyata itu kelemahan gue. 

oh iya ada satu hal lagi yang..... emm, gue nggak bisa bilang ini bikin sedih sih, tapi ya gimana ya, gue bingung, hahaha. well, 3 tahun laluuuu, gue pernah janji sama seorang cowok, dan tepat graduation day kemarin janji itu jatuh tempo. dan akhirannya, yah sama seperti rencana yang disusun jauh jauh hari, berakhir dengan nothing. kecewa sih nggak, klimaks sakitnya udah lewat, tapi lebih ke semesta-itu-unpredictable-sekali. maksudnya, 3 tahun lalu tepat 3 hari kemarin mungkin bisa jadi tanggal anniv gue yang pertama, akhirnya cooy selama 17 tahun gue nggak menjomblo! huahahaha. 

yah agak kampungan sebenernya, seolah olah pacaran adalah suatu hal yang worth it untuk dibanggakan (yang faktanya nggak sama sekali). cuma namanya abg, pasti ada suatu keinginan untuk mencoba hal baru, hal yang orang lain lakukan dan gue nggak. terlebih kala itu, hampir semua temen temen gue pacaran. nah gue yang sendirian jadi penasaran, enak kali ya kalo ada yang merhatiin setiap hari, care sama kita, nganterin pulang, jadi gue nggak harus naik angkot panas panasan, atau jambak jambak rambut temen buat dipaksa jadi tebengan *ini sangat tidak untuk ditiru*, yah dan hal hal lain yang sepele. hal yang dulu terlihat penting dan menyenangkan.

gue juga tidak dibesarkan dari keluarga yang ilmu agamanya kuat banget. biasa aja, mereka melihat pacaran bukan sebagai hal yang mendekatkan kepada maksiat, zina, atau hal hal lain yang seperti itu. mereka menyerahkan sepenuhnya itu kepada gue, selama masih dalam batas wajar dan norma norma yang berlaku. yah dan pada akhirnya, yang membuka mata ternyata bukan mereka tapi teman sepergaulan yang ilmu agamanya lebih tentang itu. saling mengingatkan bahwa pacaran adalah suatu hal yang tak perlu. well, sekaran gue nggak mau ngebahas dari segi agama sih sebenernya, yuk capcus.

jadi, dulu itu adalah suatu hal yang waw banget, bagi gue si gadis norak yang nggak tau apa apa soal dunia dan isi kepala cowo beserta cara berfikir mereka yang asli, absurd abis -___-". akhirnya gitu, ada seseorang yang bisa dipanggil dengan "my own", rasanya....... yah gitulah. dan dulu 3 tahun itu berasa lamaaaaa banget. kayak nggak bakal selesai, kayak hari kelulusan adalah salah satu hari yang paling gue inginkan setelah hari pernikahan tentunya, huahahaha, oke ini dita versi norak bin lebayatun. nggak lebay sampe segitunya sih, tapi iya, jelas ditunggu. dan dengan begonya yah, bego sekali, gue nunggu beneran bro sampe 3 tahun bro. sebenernya sih bukan gue yang nunggu, harusnya dia yang nunggu gue sampe lulus, tapi kenapa akhirnya malah gue yang nungguin dia. ini sulit, gue harus berfikir keras, keras sekali kenapa ini bisa terjadi. ini pasti konspirasi zionis! pasti.

oke sip
krik
to the krik
to the krik krik
karna itu jelas nggak nyambung dit.   

well, back to the main topic. oke taruhlah gue menunggu cowo itu. dan ini terjadi bukan karna saking gue takut sendiriannya atau takut menjomblo atau hal hal semacam itu. gue bukan cewek yang menomorsatukan hal hal soal percintaan dalam hidup, bukan salah satu hal yang harus diberi perhatian lebih dan dikejar sampai mati. toh jodoh akan datang sendiri nantinya, cepat atau lambat. gue juga nggak stuck atau sebut lah, gagal move on. 

well, move on dan perasaan bisa jadi dua hal yang berbeda. move on kita hanya butuh gerak, secara fisik dan perilaku, suatu hal yang dapat dipaksakan, beda sama perasaan. nggak bisa diatur kapan lu harus berhenti memberi perasaan sama seseorang. oleh karna itu gue pun mengatur apa yang masih bisa gue atur, dan membiarkan apa yang tak bisa gue atur. hidup se simple itu. when you cant hold it up, just let it go.  

agak salah kalau menyebut gue gagal move on. apa salahnya kalau sampai akhir gue hanya ingin menjaga komitmen apa yang dulu gue bangun dengan senyum, ini dita so swit abis. ini lebih karna gue salah satu orang yang takut banget sama ngelanggar janji. well, walaupun menurut gue karma itu nggak ada, adanya pelajaran, kesempatan untuk lu merasakan bagaimana rasanya ada di posisi orang lain yang diperlakukan secara tidak baik oleh diri lu di amsa lalu. akan ada satu momen "oh jadi gini ya rasanya jadi si xxx", dan akhirnya karna lu tau rasanya nggak enak, maka lu nggak akan mengulanginya di kemudian hari. nah, gue hanya takut untuk melnggar janji itu, just in case kalau di kemudian hari yang di atas menunjukkan rasanya janji di langgar dan harapan di pupuskan. well, paragraf ini agak alibi sih sebenernya, tapi ya nggak sepenuhnya salah juga sih, aduh gu engomong apaan sih nih -___-"

makanya hati hati sama hati :p like, makan tuh hati dit -___-". rawan juga sih ngebahas hati disini berhubung gue juga nggak tau banyak soal hal yang satu ini, kelewat rumit. yah ayo kita capcus soal itu.

ingetnya lucu aja, kalau ternyata kita memang benar benar nggak bisa dengan yakin menggambar masa depan di ujung jari. dulu waktu kecil, impian gue se simple, hidup, belajar yang rajin, dapet nilai bagus, lulus, orang tua bangga, dapet kerja, mapan, orang tua bangga, kita bahagia. se simple itu. tapi well, dalam perjalanannya nggak akan pernah se simple itu. bisa aja ngomong "besok kita jadian ya" eh siapa tau malemnya kita dimimpiin orang lain dan punya feeling kalo itu jodoh kita lalu besoknya bilang lagi "eh nggak jadi deh, Tuhan tadi malem ngasih sign, ternyata jodoh gue cewe lain, bukan lu" uuuuuuh itu rasanya double stab abis.

seperti, tiga tahun lagi, kita lulus, kita akhirnya punya hubungan yang pasti, kita akhirnya bernama, walaupun bakal kepisah lebih jauh, tapi kita percaya, gue percaya lu, dan sebaliknya, kita bisa surat suratan biar so sweet sekalian, nanti saat kita sama sama libur dan pulang ke tangerang, kita ketemu, dan makan mi ayam lagi kayak dulu, bercanda dan cerita apa yang udah terlewat selama beberapa bulan di pisah jarak, kita bahagia. "you are my first and my last" become true.

nah itu impian, dan akhirnya? haha lucu. akhirnya nggak ada "kita" yang bernama, malah sekarang cuma ada gue dan dia yang hampir nggak saling kenal kalo nggak dipaksa satu ruangan. gue yang menjalani hidup lagi seperti sebelum ketemu cowok itu, dan dia yang move sama orang lain. janji itu udah kayak bercandaan anak kecil yang bener bener nggak ada artinya. malah rencananya beberapa bulan lagi tangerang nggak akan jadi rumah tempat gue pulang liburan, ya, gue sekeluarga rencananya akan pindah rumah. nah pindah rumah sama pindah hati itu sepaket juga nggak sih kayak telor sama ayam di paket hematnya mcd :", well, just saying hehe. tapi bagusnya, akhirnya gue harap kita sama sama bahagia, walaupun tidak dengan cara yang direncanakan di awal, even theres no tangled fingers that keep the promises along between us. tapi akhirnya kita bahagia dengan cara masing masing yang lebih direstui Tuhan :")

yah tapi namanya idup yah, kalo ketebak mah namanya sinetron indonesia, bukan idup, emaap, hauahha. kita sebagai pion yang hanya bisa menjalankan saja, kenapa nggak di jalankan dengan sebaik baiknya, toh nggak perlu serumit seperti Yang Maha Merancang kan :"

woiya, gue lupa nih, gue lagi deg degan nungguin hasil Ujian Nasional yang keluar beberapa hari lagi, hahaha. seketika merasa berdosa ngomongin hal hal kayak gini di blog -___-", yah nggak berarti gue nulis kayak gini gue menuhankan hal hal yang menye menye seperti ini. kehidupan gue yang lebih penting dan crucial nggak bisa diceritain disini, nanti aja kalo udah ada buktinya ya, amin. tapi ya, well, nggak bisa dibohongin juga, gue lega aja, kalo udah nulis apa yang ada di pikiran gue, rasanya langsung plong :D, terimakaish klinik tong fang! eh salah, terimakasih blog, mmmuaaaah :*  dan satu lagi, semoga kita lulus semua ya angkatan 2013, amin :")
assalamualaikuuuuum!!!!! haha gue muncul lagi disini. kali ini nggak pengen cerita banyak, ceiyus deh. tapi gue lagi suka sama satu lagu yang terus dan terus gue puter di winamp nyampe nyokap gue bosen dari kemaren ngedengerinnya itu mulu. gue setel sampe apal liriknya pokoknya bodo amat, huaahhaha. iyah ini masih lagu dari paramore.

lagunya ringan nggak berat atau teriak teriak amat. tentang....... cewek gila! hahaha. jadi ceritanya ada cewek yang diputusin dan karna obsesinya dia sama cowok itu sampe dikejar mati matian, dan usaha banget biar mereka ngga putus sampe jadi pura pura bego -___-" atau bego beneran *tembokmanatembok. nggak sampe kayak di tv juga sih yang manjat manjat di sutet, yah mungkin karna memang di amrik nggak ada sutet kali ya, jadi paramore mana kepikiran buat naro "sutet suicide".

yah intinya ini tentang cewe yang udah cinta sampe mati, gagal mup on gitulah *ouch* *menusuk bung*. sebernya kalo yang gue tangkep adalah lagu ini bermaksud menyindir perempuan yang kadang harga dirinya lebih tinggi untuk ngomong "gue masih sayang lo". bersikap acuh tapi dalam hati nyilet nyilet pake gergaji mesin. pengen berbuat sesuatu tapi kejedot pride sebagai perempuan yang identik dengan kepasifan. diem aja sampe mabok, capek sendiri. nah di lagu ini kayak menggambarkan "wildest imagination". apa yang kita lakukan kalo nggak ada urat malu dan suaminya,yaitu harga diri -___-". kejar terus sampe matiiii. seolah olah jodoh kita bakal berhenti sampe situ gituh.

nah masalah jodoh....... ada sesuatu yang menarik untuk dikupas secara mendalam dan lebih tajam, setajam silet *juruslidahmenyongmenyong*. menurut gue, jodoh itu masalah ajaib yang penuh dengan teka teki dan kekuatan magis. agak sok tau juga sih sebenernya gue ngebahas ginian, berhubung gue masih single, yah kalo kata ayu mah ting ting gitulah *aszek*, dan *mungkin* belum ketemu jodoh, tapi well bodo amatlah, yang penting kita hepi, syalalalalala~

*fokus dit* okeh. jadi percaya nggak sih, suatu hari mungkin kita akan ngelakuin sesuatu yang diluar nalar. bisa aja kita ngelakuin hal seperti yang di lagu ini. hal bodoh yang kayaknya puhleeeeeaseee banget gitu loh kita lakukan buat makhluk cowok yang notabene jumlahnya masih banyak di dunia. yah maksudnya masih banyak cowo cowo yang lebih daripada dia, kehilangan satu yang kayak gituh harusnya nggak jadi masalah. kita sebagai cewe smart yang menang di cerdas cermat tingkat kecamatan, pasti tau fakta kayak gitu, tapi tetep aja gagal mup on. seperti ada suatu kekuatan aneh yang menarik kita untuk tetep sama dia. beda kasus kalo ternyata ada faktor KJB, itumah gue tinggal dadah dadah aja ke kamera. iye KJB, Ki joko Bodo.

ada lagi, contohnya seperti temen gue, sebut saja selly. dia termasuk orang yang mudah sekali merasa bosan sama suatu hal. alhamdulillah aja dia belum bosen sama orang tuanya atau sama gue, cuubudnya yang palng unyoeh unyoeh menyemenyetongtong. dia pernah kepikiran, takut seandainya setelah nikah ternyata kebosanannya akan berdampak sama hubungan itu. ngeri aja kalo minta cerai dan alasannya........bosen. lalu digatak pake kunci inggris. daaaaaaan tenang sodara sodara! golden dita selalu memberikan solusinya. menurut gue, pada saat lu ketemu jodoh lu, mungkin saja, ini mungkin loh, berhubung gue belum pernah ngerasain, huahaha, dia akan menjadi "the only exception". maksudnya dalam kasus selly, mungkin aja jodohnya dia adalah satu satunya orang yang nggak akan membuat dia merasa bosan. satu satunya orang di dunia yang bisa diajak minum teh sampe kakek nenek dengan merk teh yang sama, senja dan berada yang sama :". tapi berhubung selly nggak se sosweet itu, mungkin jadinya akan, omeglean bersama -___-" dan sama sama nyari bule us atau uk -___- terus apa gunanya mereka nikaaaaaah??!!! *gebrak meja* *arya wiguna muncul dari lantai* *DEMI KIAAAAAAAAAAAAAN* *lalu bom atom hiroshima meledak* *tangerang hancur seketika* *dan ini semua gara gara selly dan suaminya*

nah nggak fokus kan gue jadinya, mamam tuh dikit -___-".    

after all enak banget kok, salah satu lagu yang bisa bikin jauh cinta pada pandangan pertama, aszek. emaap, maksud gue pendengaran pertama (bahasa macam apaaaaa ini)



(One of Those) Crazy Girls
Paramore

Now when you say you wanna slow down,
Does it mean you wanna slow dance?
Maybe you just want a little extra time to focus
On our romance,
What do you mean I got it backwards?
You know we're gonna be forever
Why are you telling me goodbye,
Aren't you gonna stay the night

Are we really over now,
Maybe I can change your mind,
Soon as you walk out my door,
I'm gonna call a hundred times...

Now I walk under a pink sky,
Lovers float along and pass me by
I pour my heart out to your voice mail,
Let you know I caught a bus
To your side of town

And now I'm standing at your doorstep,
With Los Angeles behind me
If you don't answer I'll just use
The key that I copied
Cause I really need to see you

If you're not here when I break in,
I'm gonna go to your closet,
Just so I can smell your skin
As the chemicals swim,
I know I'll never love again,
I swear I'll never love again

Baby, are we over now,
Maybe I can change your mind,
As soon as you walk out my door,
I'm gonna call a hundred times

I'm not one of those,
Crazy girls
I'm not one of those,
Crazy girls
I'm not one of those,
Crazy girls
I'm not one of those,
Crazy girls

Hey baby, are we over now,
Maybe I can change your mind,
As soon as you walk out my door,
I'm gonna call a hundred times

Baby, are we over now,
Maybe I can change your mind,
As soon as you walk out my door,
I'm gonna call a hundred times

Now I'm one of those crazy girls,
Now I'm one of those crazy girls,
Now I'm one of those crazy girls,
Now I'm one of those crazy girls
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Introverts in disguise. Read keeps me sane, write keeps me awake. Both of them entwined makes me alive.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Komedi putar, senja, dan sendu.
  • Adi
  • Blank Space
  • angsana
  • untuk mas

Categories

  • Reviews
  • Stories
  • Unsend Letters

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2026 (6)
    • ▼  Agustus (1)
      • musnah
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2023 (4)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2022 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2021 (15)
    • ►  November (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (46)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (28)
    • ►  Desember (11)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (9)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (21)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (62)
    • ►  November (1)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (15)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2016 (55)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (12)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (26)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2014 (48)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2013 (52)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (11)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2012 (68)
    • ►  Desember (23)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2011 (13)
    • ►  Desember (13)

Pengikut

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates