Hellonjo!

Soal cerita melelahkan juga banyak hal - hal yang menyenangkan.


I am falling down, not that hard, but quite destructive.

I always know there is something wrong with me, sometimes i have manic, being in the top of everything, everybody knows me, I can do anything I want, even something that usually frightened me, it is no longer that scary. Even in the middle of the night, when nobody is around, I can dancing around feeling good about my self, about my body, that I am beautiful as long as I'm happy. 

And there is the time, the downfall. A time like this, I need more than dozen thing to be focus. I need something that terribly important to keep me doing something that I have to do, that it will just goes to waste if I abandon everything. But sometimes, this hectic mind telling me the opposite, and I abandon them. Things, people, good good people I know. Simple fact that makes me feeling stupid when soon, just really soon, I'll be miserable because having nobody around, to hug me, make me in comfort and telling me that it is okay not to be okay. And I forgot that I had pushed them at the very beginning. I closed the gate for everyone, I built that high high wall to keep them outside the borderline. I am forget that I am the one who make my own self feel desperately lonely. 

Sometimes I forgot that I have people that cover my pain, all of the weaknesses I have. Sometimes I just desperately running chasing for solution in small closed box.

And if it is true, that nobody is there, I forgot that I have Allah that always be there. I just didn't ask for help, I just too arrogant to ask His companion. That He is the only one that can make my heart complete, make me no longer feeling lonely when I exactly alone. Just Him.




Mungkin, aku masih ada dalam setiap hal yang kau ingat soal bahagia.
Bisa jadi, bahkan sweater biru yang sudah koyak itu masih berbau aku.
Atau, bukannya tidak mungkin, di kepala mu masih ada senyum yang serupa lengkungan bibirku.
Mengakar, sampai kebawah dan berdiam di hati.

Barang kali, kau masih menyayangiku sampai sebegitunya.
Barang kali, kita memang tak pernah benar benar berkesudahan.
Barang kali, segala kemungkinan kita hidup masing - masing adalah apa yang hanya di ada adakan.
Dan segala kemungkinan - kemungkinan akan itu berkumpul jadi satu dan bertemu dengan realitamu.
Realitaku.
Realita mereka.
Dan kemudian muncullah kemungkinan terakhir.

Mungkin, kita memang diharuskan belajar mengeja bahagia dengan orang yang berbeda.
Karena seperti yang kita tau, segala mungkin adalah apa yang telah kita lewati. Bukan lagi yang kita ingini. Bukan lagi dalam bentuk mimpi.

Suatu hari akan ada seseorang yang memelukmu saja ketika segalanya buram dan abu - abu.
Matamu akan serupa rumah baginya, senyummu akan menjadi teh hangat di senja hari teman berbagi cerita.
Lenganmu adalah beranda rumah yang selalu lekat dengan ingatan ketika ia sedang lelah lelahnya.
Segala kurangmu adalah semua yang ia maafkan dan menjadi pemakluman.
Segala lemahmu adalah celah yang ia usahakan untuk dilengkapi oleh bagian dirinya.
Pundahknya adalah segala yang kau butuhkan ketika dunia tak lagi menyenangkan.
Dan ketika kamu membuka mata, hanya ada ia yang tertidur dengan tenangnya, dibawah sinar matahari yang mengintip malu malu dari jendela. 
Lalu kau sadar, pagi itu, sela sela jarimu akhirnya terlengkapi dengan sempurna.

Suatu hari, kau akan lupa bagaimana kau pernah sebegitu tersakiti.
Suatu hari, segala bagian dirinya adalah pertemuan yang tak akan pernah jadi sesal walaupun perpisahan adalah suatu hal yang pasti.
Suatu hari, di tengah segala kebahagiaan yang dilimpahkan, kau hanya akan mengucap setinggi tingginya syukur kepada Illahi karena Ia selalu menepati segala janji.  
Mengobati apa - apa yang dilukai. 
Menggenapkan semua hati.
taukah kau, akan selalu ada gadis yang lebih cantik darimu. lebih berwarna dari riasanmu yang paling maksimal. lebih ceria. lebih pintar berbicara. bahkan lebih hebat logikanya sehingga ia dikatakan sepintar dewa. akan selalu ada gadis diluar sana yang dengan segala kombinasi kehebatannya, membuatmu seolah tak punya apa apa.

tapi saat itu, percayalah kepadaku. walaupun hidup ini baru menginjak tahun ke 20 tapi kutau dengan pasti. tak ada gadis yang sesempurna tokoh utama dalam cerita. akan selalu ada cacat yang tak kau ketahui karna setiap gadis punya caranya sendiri dalam menyembunyikan diri. masalahnya adalah apakah kau tau atau tidak, apakah itu penting atau tidak.

dan bahkan jika suatu ketika kau menganggapku berbohong. bahwa ada seorang gadis yang amat sangat kau kenal, segala lebih dan celanya, paket lengkap dari dirinya yang masih saja begitu sempurna menyilaukan mata, percayalah, bahwa kau tetap berharga. setiap gadis adalah spesial, unik, dan rumit. jangan biarkan cahaya gadis lain membuatmu kehilangan terangmu sendiri.

karna yang terpenting adalah kamu bahagia dengan segala kerumitan diri yang kau punya. kau memaafkan segala cela. kau mempercantik diri untuk membahagiakan diri sendiri, bukan karna pujian, bukan agar seorang anak laki laki mengejarmu kemanapun kau pergi. tujuan hidupmu lebih besar daripada hanya menjadi objek perbandingan. celakanya, itu dilakukan oleh diri kita sendiri.

dan tak kan dari segala mimpimu akan tercapai jika kau terus tak percaya bahwa sebenarnya kau berharga. bahwa kau sebenarnya bisa, dan segala potensimu tak akan hilang hanya karna gadis lain lebih cantik, pintar, dan membahagiakan daripada engkau.

memang benar akan selalu ada langit yang lebih tinggi, tapi bukankah lebih baik jika kita menciptakan langit kita sendiri?. tempat dimana segala impian dan tujuan tujuan besar digantungkan oleh gadis gadis pemimpi yang mencintai dirinya sendiri?.
jadi, siang itu kita berdua ditengah teriknya siang dan debu jalanan. kau terus saja bercerita sepanjang perjalanan. beragam, mulai dari rencanamu akan masa depan, sampai masa lalu ketika kita masih ada. rasanya ringan saja membahasmu kala itu, dengan beberapa bagian yang sengaja kau lewati. bagian yang sama sama tidak ingin kita ingat dan bawa kembali. bagian dimana kita saling bergantian menyakiti karena rasa dan keegoisan sendiri.

lalu ketika motormu berhenti di persimpangan lampu merah, kau bercerita tentang mimpimu menjadi laki laki berseragam serta rencana menjadikannya nyata. "tapi eyang gue bilang nggak usah dit, nanti kalo udah masuk pasti disuruh makan telor" ia berujar. "lah emang kenapa? kan enak" aku menimpali dengan keheranan, merasa itu adalah detail yang tak penting. "ya gue kan nggak suka telor".

 "oia ya, gue lupa" dengan rasa kaget yang tidak diada adakan.

bukan karena fakta kecil yang kau katakan tentang dirimu, tetapi fakta bahwa akhirnya aku lupa bahwa aku pernah menganlmu sebegitu dalam. lupa bahwa segala detail kehidupanmu pernah kuingat sampai seperti hantu, seringkali datang dan menakutkan tanpa diundang. aku lupa pernah mengenalmu lebih baik daripada aku mengenal diriku sendiri.

dan pada pertemuan kita yang terakhir kau menyadarkanku seberapa jauh kita telah berjalan dan berjuang untuk melupakan. bahwa pada waktu yang tepat, melupakan ternyata sesederhana menemukan hal yang berhubungan dengan dia, dan tersenyum dengan ringannya, tanpa tangis ataupun sedih yang dahulu amat lekat.


hai kamu, ini kali kedua saya menulis untukmu. yang pertama tak bernama, kali ini tak tersampaikan. entah mana yang lebih baik, yang pasti jika itu keajaiban entah bagaimana kau akan tau. tepat pada waktu yang paling benar dari segala waktu yang kita punya selama ini sampai nanti. itu masalah semesta kapan dan bagaimana kamu membacanya.

mengingat itu, taukah kamu semesta itu lucu. dulu berbagi pikiran denganmu hanya sebatas urusan memaksa, saat ini semua urusanmu jadi urusan kita, segala keherananmu jadi keherenan kita. lucunya, walaupun kata kita belum ada, tapi segalanya tiba tiba jadi kita. kamu menyenangkan, dan sejauh yang kutau, kamu juga membahagiakan. dan yang paling menyenangkan dari semuanya adalah dapat menuliskanmu dengan sebegini ringan. menuliskanmu menjadi terapi sendiri untuk hari hari patah akhir akhir ini. kamu, telah sempurna aku abadikan. haruskah ku ucapkan selamat sebesar besarnya? hehe.

satu yang mungkin kamu belum tau, aku suka plot twist dari setiap cerita. dan untuk cerita kita, plot twistnya adalah, aku mundur. 

pertanyaanmu beberapa minggu lalu menjebak. namun, segala kerumitan ceritamu sepertinya tak butuh aku didalamnya. banyak beban tak terlihat yang berlipat ketika aku semakin tau. dekat denganmu membuatku punya pisau untuk menusuk gadis lain. beberapa diantaranya adalah teman dekatku. beberapa lainnya adalah kabar burung yang berlalu. pisau yang sama yang menusukku beberapa waktu lalu. berjalan beriringan dengan hari harimu membuatku menempatkan seseorang dalam posisi yang sama menyakitkannya. membuat luka yang aku hafal benar sakitnya. luka yang perlahan kering seiring kamu yang terus ada. 

dilema ya?

tapi akhirnya aku sadar aku bukan siapa siapa ditengah rentetan ceritamu yang panjang itu. kemunduranku tak akan sesignifikan itu. selesaikanlah segala ceritamu yang lalu. seperti aku yang masih belajar menyembuhkan luka, walaupun kali ini harus kuperban sendirian. 

semoga kamu selalu bahagia. semoga segala kemudahan dilimpahkan kepada setiap urusanmu yang memusingkan. selalu ingat, bahwa dalam doa tak ada yang bernama, dan beberapa diantaranya selalu mendoakanmu tanpa jeda. 


Kunang kunang kusayang, ada gadis kecil yang merindu terang. ia kedinginan dan ingin dihangatkan, entah oleh apa. di dalam kepalanya segala pikiran bercabang dan mengakar. tumbuh liar serupa belukar. mencari jawaban diantara kegamangan orang orang.

Kunang kunang kusayang, tahukah kau hembusan angin malam tak pernah menyurutkan segala tanya. riuhnya badai tak dapat meredam segala suara yang hanya dapat ia dengar. suara yang jauh, yang asalnya dari entah. memanggil dan meraung namanya setiap ia terjebak dalam sunyi yang ia ciptakan sendiri.

Kunang kunang kusayang, seringkali ia menangis dalam sepi. tertidur diatas basahnya bantal, dan meringis menahan sakit dari luka tak berdarah. kadang ia meringik karna tak kuat menahan apa yang ada di dalam dada. bercerita kepada langit langit kamar, dan menatapnya serupa manusia.

Kunang kunang kusayang, bisakah kau sampaikan entah kepada siapa. pertanyaan yanh selama ini ada di dalam kepalanya. yang menggerogoti ia perlahan dan membebankan. jika memang semudah itu menciptakan dunia, mengapa Ia tak mencipta rasa yang sederhana di dalam hidupnya, dimana semuanya saling berbalaskan, bukan berlarian, bukan rasa yang menyakiti lebih banyak gadis kecil lainnua?. 

Bukan membangkang, ia hanya sederhana percaya, bahwa semua hal ada alasannya, begitu juga kesalahan dalam cerita miliknya. ia hanya perlu tahu apa dan semua selesai
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Introverts in disguise. Read keeps me sane, write keeps me awake. Both of them entwined makes me alive.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Komedi putar, senja, dan sendu.
  • Adi
  • Blank Space
  • angsana
  • untuk mas

Categories

  • Reviews
  • Stories
  • Unsend Letters

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2026 (6)
    • ▼  Agustus (1)
      • musnah
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2023 (4)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2022 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2021 (15)
    • ►  November (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (46)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (28)
    • ►  Desember (11)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (9)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (21)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (62)
    • ►  November (1)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (15)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2016 (55)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (12)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (26)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2014 (48)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2013 (52)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (11)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2012 (68)
    • ►  Desember (23)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2011 (13)
    • ►  Desember (13)

Pengikut

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates