Nah, nggak enaknya ada dalam usia seperti ini adalah, sudah punya pemikiran yang mantap tapi tetap saja dianggap tidak dewasa dan . . . tidak masuk perhitungan
Dua hal yang dapat dimengerti hanya ketika kamu jadi mereka, yaitu:
- Kekhawatiran Orang Tua, ketika anak - anaknya belum pulang
- Memberi ikhlas, segalanya, berthaun - tahun sampai pada beberapa waktu bahkan nyawa
Terimakasih untuk segalanya, maafkan gadis kecilmu yang belum dapat memberi apapun.
Selamat malam kamu. Surat kecil ini saya tulis untuk menyapa keletihan yang bersandar di pundak kecil itu. Apa kabar? lama tak bersua. Saya hampir lupa paras itu, senyum, dan bagaimana kau tertawa. Maafkan saya yang pelupa. Saya juga letih disini, tenggelam dalam berlembar - lembar kertas HVS. Tertidur di depan laptop ditengah pertarungan yang seharusnya tak saya tinggalkan, gamang ditengah pilihan - pilihan soal masa depan. Rindu akan kenangan masa lalu, dimana semuanya baik - baik saja dan sederhana. Bahwa ketika saya pulang, hanyalah kita dan segala percakapan tak penting anak remaja. Tugas - tugas hanyalah tugas yang jadi alasan untuk kita memperpanjang percakapan. Segala yang perlu dibahas, makin lama semua yang tak perlu jadi suatu hal yang kita cari keberadaannya, bukan soal cerita tapi ini soal kita yang bersama sepanjang waktu yang tersedia.
Dan saat ini, kita hanyalah kita, yang saya kais dari tanah - tanah kering hati yang hampa. Kamu adalah kamu, satu jiwa yang akhirnya tak lagi melekat di dalam hati. Saya adalah saya, gadis yang kau pernah bangga saat menunggu malu - malu ditepi jalan depan sekolah.
Masa lalu adalah masa lalu, yang bahkan mantra terampuh pun tak sanggup memanggilnya kembali. Biarlah. Saya dan kamu tak kan lagi menjadi kita.
Dan saat ini, kita hanyalah kita, yang saya kais dari tanah - tanah kering hati yang hampa. Kamu adalah kamu, satu jiwa yang akhirnya tak lagi melekat di dalam hati. Saya adalah saya, gadis yang kau pernah bangga saat menunggu malu - malu ditepi jalan depan sekolah.
Masa lalu adalah masa lalu, yang bahkan mantra terampuh pun tak sanggup memanggilnya kembali. Biarlah. Saya dan kamu tak kan lagi menjadi kita.
Please see me
Reaching out for someone I can't see
I'll be damned, Cupid's demanding back his arrow
So let's get drunk on our tears
But don't you dare let our best memories bring you sorrow
Yesterday I saw a lion kiss a deer
Turn the page, maybe we'll find a brand new ending
Where we're dancing in our tears
Reaching out for someone I can't see
I'll be damned, Cupid's demanding back his arrow
So let's get drunk on our tears
But don't you dare let our best memories bring you sorrow
Yesterday I saw a lion kiss a deer
Turn the page, maybe we'll find a brand new ending
Where we're dancing in our tears
But are we all lost stars trying to light up the dark?
Adam Noah Levine.
Selamat pagi Duniaa!!!!!!
Mimpi tak pernah memakan korban, ia datang dengan harapan dan gugur dengan alasan, seperti embun yang luruh jadi air kala pagi, hilang tapi tetap menyejukkan.
Assalamualaikum semuanyaaaa!! Sudah cukup lama nggak update
disini, dan rasanya ada sesuatu yang hilang. Gue rasa menulis adalah suatu
terapi yang akhirnya jadi bagian dari diri gue, entah karena terlalu
menyenangkan, atau memang simply karena terbiasa. Seperti salah satu pepatah
jawa, Witing tresno jalaran seko kulino, cinta itu hadir karena terbiasa.
Ketika sedang jatuh jatuhnya gue merasa menulis akan meringankan beban di
pundak, ketika senang, menulis bisa membuat gue berkaca dan lebih bersyukur
atas apa yang datang atau terjadi. Ketika sekarang dihadapkan pada kehidupan
baru yang sepertinya “bukan gue” banget, menulis membuat gue menemukan lagi
diri sendiri dan akhirnya jatuh cinta lagi. Seperti salah satu tulisan di
beberapa tahun lalu, kalau sebenarnya salah satu manusia yang harus dicintai
terlebih dahulu di dunia adalah diri sendiri, karena kalau bukan kita, siapa
lagi?. Menulis membuat gue melakukan itu, membuat segalanya menjadi clear,
kalau benang terumit pun masih bisa diurai dengan usaha yang tepat.
Senangnya, beberapa teman mulai menulis juga!. Ada
ketertinggalan yang harus dikejar! Hahaha. Gue memfollow beberapa blog teman,
tidak secara diam diam, tapi entah, apakah mereka tau kalau gue mengamati segala
tulisan disana atau enggak hahaha. Tapi ya dibalik itu, gue seneng banget. Ada
perasaan tersendiri kalau ternyata orang lain juga mencintai hal yang sama
dengan apa yang kita pilih untuk cintai. Tulisan mereka keren – keren. Worth to
read kok, mungkin hanya catatan remaja biasa, tapi bahkan seorang raditya dika
pun bisa jadi artis dari “catatan remaja biasa”. Kalau memang tak tertarik,
jangan lihat dari isinya, tapi mungkin kita bisa mengambil tata bahasanya, atau
bahkan dalam sejelek – jeleknya tulisan, kita masih bisa mengambil sesuatu dari
sana, yaitu . . . kejujuran. Tulisan yang ditulis dengan jujur, sejelek apapun
akan meninggalkan kesan.
Tulisan mereka keren, bercerita tentang banyak hal, fiksi,
cerpen, dan segala hal tentang kehidupan. Ada seorang teman yang pernah berkicau di
twitterland soal ini. Ia berkata bahwa terlalu banyak membaca blog abg hanya
akan menghasilkan impoten logika. Yah, nggak semua blog abg itu labil, mungkin
kebanyakan, tapi bahkan yang labil sekalipun masih patut diberi apresiasi,
kenapa? Karena merubah perasaan yang absurd dan imajiner kedalam suatu bentuk
yang dapat dimengerti orang lain itu nggak mudah. Enggak semua orang punya
keberanian untuk membagi apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Dan awas! Enggak
semua blog remaja biasa berbicara soal kehidupan cinta ala sinetron sctv :p.
Jiwa pemikir bisa muncul bahkan pada anak kecil yang menimbang antara permen
dan boneka, dan mereka butuh tempat untuk menyalurkan segala pemikiran. Siapa
tau kamu salah satunya, bahkan secara tidak sadar diapun menulis, dalam wadah
yang berbeda, lalu apa salahnya dengan blog abg? J.
Siapa tau dalam beberapa waktu kedepan, salah satu blog abg
yang dicap sebagai pemicu “Impoten Logika” bisa menjadi sesuatu yang bahkan
membuat logika seseorang berjalan dan sampai pada suatu kesimpulan bahwa,
menulis ternyata oke juga. Menulis adalah salah satu cara mengukir sejarah,
mungkin bukan sejarah dunia, tapi paling enggak sejarah kehidupan kamu,
mengabadikannya dalam suatu bentuk yang bisa dikenang lagi.
So . . Lets Write Something!.
Masih kedua wajah manusia yang sama yang mencambuk saya ketika diri ini malas berusaha lebih. Masih usaha usaha tanpa mengeluh yang membuat lidah ini kelu untuk berkata "Saya lelah". Masih suara lirih yang sama di ujung telfon yang membuat hati ini terus meminta kepada Yang Maha Kuat, untuk memberi saya waktu untuk membahagiakan kedua malaikatnya di dunia. Membalas sedikit dari sekian peluh yang menetes tanpa pamrih.
Terimakasih karena telah menjadi perpanjangan kasih sayang Tuhan selama ini dan untuk bertahun tahun kedepan. Maafkan gadis kecilmu Ma, Pak, yang terus saja menjadi beban. Tetapi, tetap doamu yang paling penting dalam setiap keinginan. Kalian akan terus jadi pahlawan dalam sejarah yang gadis ini tulis sendiri, apapun yang terjadi, apapun kondisinya. Terimakasih karena tetap ada tanpa diminta, terimakasih karena telah bangga pada pencapaian yang menurut orang lain biasa. Terimakasih karena telah menjadi Orang Tua yang membahagiakan.
Izinkan saya untuk terus jadi gadis kecil manja yang selalu minta pulang ke rumah . . .
Saya rindu rumah, tempat kalian berada, menghitung uang di kala senja, bercengkrama dalam malam malam dalam rumah sederhana.
ABOUT ME
Introverts in disguise. Read keeps me sane, write keeps me awake. Both of them entwined makes me alive.
POPULAR POSTS
Categories
Formulir Kontak
Diberdayakan oleh Blogger.



