Hellonjo!

Soal cerita melelahkan juga banyak hal - hal yang menyenangkan.


sebenarnya untuk masalah hati sih nggak ada kata sembuh ya, yang bener tuh kondisi "bersahabat dengan keadaan"  atau melupakan.jadi pilih yang mana? sama sama menyakitkan kok, tenang aja ;)
assalamualaikuuum! rasanya seperti bertahun tahun gue nggak ngepost disini, oke gue tau itu lebay. hem, pikiran gue lagi absurd abis hari ini, dan gue rasa ngepost disini adalah obatnya. ketika kita bebas ngomong apapun, tanpa perlu denger "apa kata orang" secara langsung, kecuali kalo tiba tiba monitor gue berubah kayak di film sadako, yang bisa ngeluarin hantu emak emak gondrong yang bisanya cuma ngesot -,- apa seremnya, heran. 

so kita mulai dengan sedikit basa basi biar kayak orang orang, "apa kabar? bagiamana harimu?". ini kode sih sebenernya, biar kalian nanya balik *ngenes*. oke gue anggap kalian nanya balik, jadi akan gue jawab "oh neraka". jadi ceritanya dimulai dari gue yang sekarang kelas 3 dan berada diujung semester ganjil, entah harus seneng atau sedih. gue yang tangguh ini diuji dengan setumpuk tugas yang datengnya kompak abis kayak tentara lagi baris berbaris, datengnya ramean, dan udah pasti ngerepotin. gue rasa ada konspirasi terselubung antara guru guru dan semesta, yang membuat tahun 2012 ini menjadi salah satu tahun terberat selama gue berumur 17 tahun :p. tapi kalo kata salah satu teman

"biasanya kalo tahun ini banyak sakitnya, tahun depan ada setumpuk kebahagiaan yang udah nunggu lo"

yah mudah mudahan saja begitu ya kawan kawan. amin. dan yang tambah bodohnya lagi adalah, senin besok adalah hari pertama semesteran, dan disini gue malah duduk dengan manis didepan komputer ngurusin blog tersayang dan sangat amat berharap bapak atau mama gue nggak tiba tiba masuk dan menemukan kalo anaknya lagi "belajar" *ngenges*. 

sebenernya gue agak bingung mau nulis apa disini, tapi gue harus nulis, harus. nah gue akan mulai dengan satu kata, perubahan. tahun 2012 udah tinggal countdown 31 hari lagi dan dihidup gue banyak sekali hal yang berubah di tahun ini. membuat segala apa yang gue pegang diawal jadi goyah, berubah, entah itu hilang, berganti, atau, diam. gue masih nggak tau apa yang akan  terjadi pada malam tutup tahun sebulan lagi, tapi untuk kali ini, izinkan gue flashback ke beberpa bulan lalu. sekali, cukup sekali.

malam terakhir di tahun 2011 gue habiskan dirumah sakit, lengakp dengan segala kembang api dan teriakan anak kecil diluar, bedanya kali ini adalah gue mendengar segala riuh rendah didalam rumah sakit. suasanya beda, ya iyalah, nggak ada tuh namanya bakar - bakar sampe malem. rasanya snagat biru kala itu, ngeliat orang yang kita anggap sebagai manusia terkuat didunia tiba tiba kehilangan kekuatannya, bahkan untuk sekedar jalan. rasanya menyakitkan, kayak, setelah ini gue yang harus melindungi mereka, gue nggak boleh bergantung kepada siapapun. tapi namanya masalah, pasti nggak selamanya kan, nothing last forever. dan masalah itu pun terlewati, walaupun ya, semuanya nggak akan pernah sama lagi.

Saat itu gue fikir, gue sudah beberapa tingkat lebih kuat, dan ternyata ada satu masalah lagi. yang ini masalah khas anak abg, bahkan gue sendiri pun malu untuk mengatakannya, istilahnya gini loh, ketika teman teman gue sedang ada di posisi "itu", gue adalah sosok si wanita tangguh yang menyebar doktrin "move on garis keras". dan who knows? ternyata Dia memberi gue kesempatan untuk berada di posisi itu. ibarat pelajaran olahraga, teorinya sempurna, ketika dipratekkan, lu harus ngesot ngesot dulu biar lulus, bahkan terkadang malah nggak lulus sama sekali. nah itu yang gue rasakan. teman teman gue langsung bilang "tuh kan, nggak segampang apa yang lu omongin waktu itu kan" dan ketika gue mengalaminya 

"oh pantesan banyak buku buku galau bertebaran di gramedia, galau dan move on tuh punya kekuatan yang maha dahsyat"

gue ngerasain gimana susahnya menyelaraskan logika dan perasaan. ketika perasaan yang dimenangkan, harga diri lu bisa aja tergadaikan saat itu juga, karna tindakan yang dilandaskan oleh perasaan cenderung gila dan nggak mikir dulu. dia nggak peduli apa kata orang lain, yang penting "hati ini nyaman". ya walaupun begitu semuanya emang tergantung individunya sih, apa bentuk perasaannya dan self controlnya terhadap apa yang dia rasakan. pada kasus gue, mengikuti kemauan perasaan terasa membingungkan dan salah. ada sesuatu yang nggak benar ketika gue menuruti apa maunya dia, yah walaupun hati ini bisa dibilang bahagia, tapi rasanya nggak lengkap, ada yang hilang, aneh, canggung, dan salah. malahan pada suatu titik gue merasa seperti menjatuhkan harga diri gue sendiri ke tanah sampe dia tengkurep disana, and it is not lady like. akhirnya gue mundur, dan memilih logika, walaupun gue tau secara jelas, apa konsekuensinya. tapi namanya hidup, semuanya hanya soal pilihan kan. benar atau salah sih relatif. dan menurut intelejensia gue, untuk saat ini, jalan yang gue pilih adalah yang paling benar dari sekian banyak pilihan agak-menyenangkan-dan membahagiakan-perasaan lainnya.

sakit sih memang, akan terlalu munafik kalau gue berkata "bahagia" disini. tapi ini konsekuensinya, gue kutip beberapa kata dari binder tercinta

"ketika logika dimenangkan, aku memenangkannya, sampai tak sadar ada hati yang telah berubah menjadi serpihan. sempurna"

ya itu dia konsekuensinya. setelah beberapa bulan terlewati pun gue masih belum bisa berkata dengan mantap "gue udah sembuh", karena gue belum siap untuk menerima hal yang lebih dari ini saat ini sebagai pembuktian kalau gue memang sudah sembuh. tapi paling tidak, kali ini gue belajar untuk mengontrol emosi dan berpegang teguh pada prinsip sendiri. walaupun ya, ada perasaan yang dibohongi saat ini. terkadang memori yang seharusnya udah gue bakar itu masih sering masuk lagi, ada dorongan yang nggak bisa dibilang lemah untuk kembali lagi, nurutin apa kata perasaan. biar rasa ini lunas, hati senang, tapi gue tau itu sesuatu yang salah kali ini, dan itulah gunanya nalar. untungnya, pusat kendali segala tindakan masih ada di otak, kalo dihati, gue udah nggak kebayang deh. biasanya sih ketika rasa itu balik lagi langsung buru buru ganti kostum tidur, gue bawa sampe ke alam mimpi dan gue tinggalkan sakitnya disana, jadi ketika bangun ada semangat baru lagi. walaupun terkadang terlalu sakit, sampai ketika dibawa tidur pun nggak ada gunanya, kalo kayak gitu yang gue lakuin cuma pasrah. bear the pain. beberapa kata yang akhir akhir ini familier adalah

"tahan dit tahan"

ketika nggak tau lagi harus apa, cuma pasrah kan yang jadi jalan satu satunya. seharusnya ini lebih tidak melelahkan karna kali ini lu cuma merasakan, at least nggak disuruh lari lagi mengejar sesuatu terus menerus. pada saat itu, apa aja yang udah lu korbankan?. karna itu, gue melakukan perubahan. paling tidak mencoba untuk kuat dan bersikap sebiasa mungkin, karna terkadang hal yang awalnya kepura - puraan bisa berubah menjadi sesuatu yang nyata, dan akhirnya kita baru sadar kalo itu bukan lagi sekedar "fake things". a nice start, isnt it?

dulu, ada seseorang yang berkata "tolong jangan bohongin perasaan lu lagi", dan lucunya adalah, dia juga yang membuat gue menyesal sudah melakukan apa yang dia katakan. nah see? perubahan itu nyata. waktu berubah, kondisi berubah, manusia berubah, orang yang diatas ini pun berubah, begitu juga perasaan. kalo kita juga nggak ikut berubah, kita yang akan tenggelam didalam perubahan orang lain ....
diantara kesunyian malam, dengan detik detik yang lambat dan konstan. semua rasa hanya tak berguna jika dikatakan dengan lisan. maka dengan perlahan aku bisikkan kepada semesta. setidaknya, aku lega bukan?

"aku masih sering merindukan kita, dengan canda, tawa, bahkan segala kesalahan yang ada. bodohnya. bahkan ketika tiba masa ketika segala momen itu berbenturan, dan hancur. walaupun setelah ku tau, segalanya berubah, waktu berubah, kondisi berubah, dan kamu. berubah. ya, aku masih sering merasakannya. sendirian"

aku nikmati segala rasa yang ada, berusaha senormal yang aku bisa, seceria dulu, ketika kau masih ada disana, berbicara dengan kekuatan penuh, menahan rasa. bersikap biasa, seakan tak pernah ada kita dan segala ceritanya. fin.
when it was raining outside.........
someone asked me, "is it hurt?"
me, "whats hurt?"
her, "you know it very well, that lovebird"
me, "at first, yeah, its really hurt, and maybe its still hurt, sometimes, but i have vowed to survive"
her, "i understand, its normal"
me, "no, nothings normal, this is what i chose. he is confused, so does her, and im the one who still have a right mind on my head, so, i took it, left that side, and makes everythings easier for them. even if it takes my whole heart turns into a very little pieces. at least, i have made another heart smiling, eventhough it isnt mine"

and i came back with that big smile on my face, and said "im okay". 
and sometimes, you have to leave, even if it isnt your wish. i believe, if i makes another love story become easier to walk through, someday He will done that to mine . . . .

welcome to the journey for maturity! 
asslamualaikuuuum semuaaa!!! huaaaaah, gue habis blaik dari pensi sore ini, dan rasanya itu dahsyat bangeeet. tapi seruuuu, pensi terakhir sekaligus yang terbaik selama gue bersekolah di sekolah itu. walaupun gsnya nggak kenal kenal amat tapi tetep aja single single bahagia ini jejingkrakan nggak jelas selama pensi itu berlangsung. ada satu kata kata yang gue inget ..........

oci: uuu mereka unyu ya dari tadi berdua terus
gue: ah kata siapa? unyuan kita kali, ramean, gandengan, teriak teriak, sambil goyang walaupun nggak jelas.

karena itu... gue mau bilang... 
no more boy to cares about, because im falling in love with my friends, fams, and my life, over and over again.
ditengah guguran daun aku menantimu, tepat disini seperti biasa. di pojok taman yang ku tau darimu kala itu. ketika air mata ini menetes karna ketidaksanggupan diri . kau menarik tanganku dan berlari sampai nafas ini menjadi sepatah demi sepatah, entah karna terlalu cepat atau karna sentuhan tangan kita disana yang membawaku melambung tinggi, sejenak lupa akan apa yang kuhadapi. maka aku nikmati saja hembusan kenyamanan yang ada. dan kau membawaku kesini, duduk dan diam. 

"teriak aja sekuat yang lo bisa, disini, jangan dirumah, bisa digebukin sekampung nanti"

ku hapus air mataku, dan berteriak sekeras kerasnya, sampai beban hati ini ikut keluar bersama setiap helaan nafas yang ada. aku bahagia.

"makasih ya ndi"

"buat apaan?"

"ya, buat ini"

"jangan makasih sama gue lah, makasih sama tuhan, yang udah menciptakan tempat sebegini indahnya"
"oh iya, dan makasih juga sama pemerintah, yang nggak jadi gusur tanah ini kemaren"

"ogah gue, pemerintah tuh masih banyak kurangnya, palingan juga sumbangan ++ dari developer kurang, makanya dia nggak jadi gusur"

"duh duh sensi amat neng, udah lupa ya sama nangisnya tadi? hahaha"

"hahahaha, iya, makasih"


maka senja kala itu ditutup dengan sangat manis, canda tawa menghiasi suasana, membuatku lupa segala masalah yang ada. kau menghisap seluruh kelabu dan menggantinya dengan segala rasa bahagia. maka sejak saat itu, kujadikan ini tempat kita mengulang rasa yang sama, aku menyebutnya cinta, kalau dirimu, entah apa. selama 5 tahun pun kau tetap setia memanggilku dengan sebutan sahabat, tak ada keinginan untuk mengubah panggilan menjadi pacar, atau teman spesial, hanya sahabat, thats it. singkat, cerdas, dan aman. ah tapi apa kuasaku, toh aku hanya seorang gadis yang dapat menunggu, pilihanku hanya meneruskan atau berlari. meneruskan apa yang kau sebut dengan sahabat, atau berlari sekencang kencangnya dari hubungan yang hanya aku sebagai individu utamanya, tak akan ada kita. karna sampai saat ini pun aku tak mengenal perasaanmu

ah memikirkannya membuatku mengantuk, ku rebahkan diri diatas guguran daun daun yang berserakan, dengan alunan lagu adelaide sky di earphone semua indraku melemah, dan tik, aku terbang ke alam mimpi. alam indah yang hanya ada diriku disana, dan mungkin sosokmu yang menari nari indah diatas langit khayal bawah sadar. dan aku pun terbangun, kutatap dua mata itu yang sedari tadi melihatku dengan seksama, mungkin aku masih bermimpi jadi kututup mata ini sekali lagi. deg deg deg......... jika ini mimpi mengapa aku dapat merasakan pipi ini memerah dan memanas. menhan aliran adrenalin yang secara tiba tiba bekerja dengan sangat cepat.

"eh kebo bangun dong, gue udah lama banget nungguin lo nih"

aku terduduk seketika, mengumpulkan nyawa, kesadaran, bahwa ya, itu kamu, hidup, nyata dan indah, berbaring disampingku dengan tatapan lucu dan heran.

"kaget banget sih, huahaha, muka lo lucu banget asli, lap dulu tuh jigong"

"sorry, jaman tidur masih jigongan, emangnya lo"

berusaha menata nada bicara senormal yang aku bisa, menutupi detakan nadi yang terlalu cepat. rasanya ingin ku bekukan beberapa menit yang telah berlalu, dimana hanya ada aku, kamu, saling menatap ditengah guguran daun. indah. tapi ku tau, sensasi itu hanya ada di alam khayalku, takkan sampai kepadamu, walaupun aku menangis dan menghembuskannya di setiap helaan doa kepada semesta.

dalam sekejap aku sadar akan realita disana, bahwa selama ini, beberapa tahun yang terlewati. hanya ada aku diujung jalan, menunggu, tanpamu. hanya aku yang merasa segala perasaan indah yang ada, dan kau........ hanya diam. aman di zona persahabatan dan tak mau berpindah. taukah kau? aku mulai lelah. maka disaat itu, tepat ketika ku sadar, aku kumpulkan segala keberanian yang tersisa untuk mengatakan yang sebenarnya.

"gue mau ngomong sesuatu.... agak serius, dan please banget jangan ketawa"

"kenapa emang?, jangan bilang kalo hari ini lu lupa pake kolor, huahahaha"

"stop! berhenti memperlakukan gue seakan akan gue temen cowok lo"

keadaan sunyi, air mukanya seketika berubah

"gue masih cewek, gue punya perasaan ndi. apa lo nggak ngerasa?"

"sabar kar, kok tiba tiba jadi gini sih"

"ndi, gue sayang sama lo, lebih, lebih dari sekedar temen cewek yang cuma bisa lo ajak seneng seneng"

"gue nggak tau, gue bingung"

"kenapa bingung? lo hanya butuh peka, enough. gue nggak bisa terus terusan jadi bahan candaan lo, gue nggak bisa nahan perasaan ini lebih lama lagi, tahunan ndi."

"maaf selama ini mungkin gue nggak peka"

"yap! thats the point, karna itu, gue fikir....."

air mata mulai menetes, setitik di ikuti titik titik lainnya. berhamburan membawa segala beban yang ada, luapan perasaan, amarah, emosi, dan bimbang.

"gue mulai lelah menunggu. dan gue salah, karna sudah menodai persahabatan kita sama hal yang kayak ginian"

"kar, please jangan nangis...."

"gue juga nggak mau kayak gini ndi. maaf.... seandainya gue punya kuasa pasti gue lebih milih kita jadi temen, dan ngehapus perasaan ini, perasaan buat lo"

"gue ngerti, tapi perasaan itu tuhan yang kasih kar, lo nggak bisa main apus gitu aja"

"tapi kalo nyiksa kayak gini, apa lo bisa kasih solusi?"

dan suasana hening.......

"gue tau, lo pasti nggak akan bisa jawab. karna itu, gue minta waktu untuk sendiri dulu ya, menetralkan perasaan gue, jadi ketika gue ketemu lo nanti, suatu hari, gue bisa pamer gigi lagi, nggak kayak gini, kumel, mata bengkak, ingusan, jelek banget"

"kar maaf... maaf..."

"nggak, ini bukan salah lo kok, ini sepenuhnya salah gue, maaf gara gara ini persahabatan kita jadi rusak"

"gue nggak tau, gue harus ngapain sekarang"

"lo hanya cukup bahagia, thats enough"

kutampilkan senyuman terbaik sebisanya

"im fine, i'll always fine"

maka aku membalikkan badan di senja itu, dimana langit diatas mulai berubah warna, oranye dengan semburat kemerahan dibeberapa sisi, juga dihiasi dengan pita pita biru tipis disampingnya. indah dan menyakitkan. aku berjalan ditengah kebimbangan, apakah yang kulakukan kali ini benar, menyerah pada perasaan yang selama ini kujaga dengan eratnya. ada sedikit harapan tersisa disudut hati, bahwa mungkin dia akan beranjak dan mengejarku disini, tapi....... semua itu hanya terjadi di film bukan, dan ini realitas, menyakitkan, selalu begitu.

3 bulan setelahnya

ini malam ulang tahunku, sudah 3 bulan lebih sejak kejadian di taman itu, aku tak mencoba menghubunginya sekalipun. berusaha menghindar semaksimal mungkin. sampai disini, ketika aku sendiri, perasaan itu mulai menjalari nadi dan beralih ke hati, membuka luka yang mulai menyembuh beberapa waktu lalu. aku teringat, aku rindu, sangat rindu. ketika yang ada hanya aku, kamu, dan sunyi. indah, walaupun tanpa kata kata tak berarti. tapi hari hari itu sudah berada jauh disana, takkan tergapai oleh sekali rengkuhan. bagaimana ya kabarnya sekarang? kuharap dia baik baik saja. karna perasaan ini masih belum normal seutuhnya maka ku titipkan perasaan ini ke semesta.

"aku disini masih berusaha melupakanmu, maka maafkan aku."

dan dengan memejamkan mata, kubawa sakit ini ke alam bawah sadar, dimana kuharap dia dapat bertemu penyembuhnya disana, seperti oasis ketika kau sedang kehausan. menyenangkan walaupun ku tau itu semu dan tak nyata. aku bercumbu dengan bayangmu.
assalamualaikuuuum semuaaaa!!! heihooooo whats up guys?!

yap gue datang kesini dengan segala kerusuhan hanya untuk membayar janji kepada kalian tentang "post" setelah gue menginjak usia ke 17, tenang tenang gue tau lu semua udah pada nggak sabar nunggu kan, keringet dingin, mimisan, diare, dan kawan kawannya, uuuh jadi nggak enak :3 *batako melayaang~*. huahaha oke oke, skip percakapan basa basi nggak penting diatas. sebenernya agak telat yaaa, berhubung ini udah nggak tanggal 31 oktober, kecuali di komputer gue yang jamnya ngikutin daerah zimbabwe sanaan dikit <autocorrect: error>. 

tuhkan gue ngelantur lagi, kali ini serius, hehe. dan gue bingung harus mulai darimana......
..................... krik
.........................................krik
...........krik
...............................loading dulu

jadi! gue akan mulai dari apa rasanya berumur 17 tahun. surely itu biasa aja..... secara fisik. buktinya gue nggak tiba tiba berubah jadi dakota fanning, gue masih gue kok, iye, tetep keriting, tenang aja -,-. tapi secara psikis dan mental, entahlah, tapi gue yakin pasti ada yang berubah, gue nggak bisa menilai apakah ini hal yang baik atau yang buruk, tapi yang gue tau pasti adalah berubah. kalian pasti sudah menyadarinya kan lewat post gue akhir akhir ini yang isinya adalah penggalauan secara membabi buta. berasa jadi penulis amatiran tiba tiba, yang menulis bak pujangga *aszeek (wepe style)*. tapi itulah yang gue alami, malahan rasanya ungkapan "ssweet seventeen" itu sama sekali nggak berlaku buat gue, yang ada adalah "bittersweet seventeen". 

banyak hal, oke sebernya cuma satu, tapi satu hal kecil yang agak nggak penting itu telah ikut mengacaukan hal hal yang lebih penting disekitarnya. kedengaran bodoh emang, dan gue sadar. dan satu kata untuk mendeskripsikan cerita cerita gue kemarin : hancur. agak terkesan lebay memang, apalagi untuk masalah yang sebenernya........ tidak terlalu penting, apalagi pada saat saat crucial kelas 3 sma. ada hal yang harus gue kasih perhatian lebih daripada hal ini, tapi apa daya, kemarin logika gue lumpuh oleh perasaan. kalo udah kayak gitu gue nyerah, dimakan perasaan, dan disakiti olehnya, dan bodohnya adalah secara sukarela -,-. 

dan yang gue sadari adalah, kejadian kemarin sudah menghilangkan sinar gue untuk sesaat. gue yang biasanya ketawa ngakak sebahagia sebahagianya dunia tiba tiba menjadi pabrik air mata. seandainya ditampung mungkin udah dapet segalon air aqua buat keluarga gue minum 3 hari penuh *oke itu iyuh*. dan terlebih lagi, omongan gue lebih tidak terkendali, emosi gue jadi makin meluap luap, like a volcano, nggak bisa dikendalikan, meledak ketika dia memang ingin meledak. nyusahin. dan yang membuat gue semakin nggak enak adalah, teman teman gue tersayang yang kena imbasnya, tapi untungnya mereka adalah pihak pihak yang sangat mengerti. selalu ada, bahkan disaat gue jatuh. disaat yang bisa gue lakukan hanya nangis dan ngomong "gue capek, gue capek" tapi bodohnya tetap terus berlari mengejar sesuatu yang sebelumnya udah gue tutp rapat rapat. untuk itu, gue mau bilang, 

maaf karena kebodohan gue kemarin yang menyusahkan kalian, membuat kalian mendengar cerita tentang manusia dan masalah yang sama, berkali kali. and thanks for every shoulders where i cried on. its irreplaceable.

padahal gue sangat tau, kalian udah enek ngedenger cerita itu lagi itu lagi, tenang aja, gue juga enek dan capek lama lama, kok kayaknya hidup gue nggak bervariasi amat masalahnya ecek ecek begitu doang aja udah kayak dunia mau kiamat besok. padahal di pihak yang gue tangisin, untuk perduli pun....... sepertinya sudah tidak. jadi buat apa gue balik lagi kesana, ke persimpangan itu. nggak guna dan sakit ajaaa. gue yang wonderwoman tiba tiba turun kasta gara gara nangisin orang lain yang padahal dia bukan superman. kelihatannya jadi seperti cewe yang nggak ada harga dirinya. tapi tenang aja, gue udah sadar sekarang, jadi gue mau berusaha untuk kembali menjadi wonderwoman untuk orang orang disekitar yang memberi segenap perasaannya buat gue. tersenyum dan kuat untuk mereka yang kemarin telah menguatkan gue. aku sayang kalian. sayang. sayaaaaaaaang sekali. peluk cium membabi buta deh pokoknya dari gue, huahahaha. dan gue mau bersinar lagi, bahkan lebih terang dari sebelumnya. biar kalian silau dan terpesona, huahaha.

pertamanya gue mikir, kok ketika seharusnya gue dijauhkan malah didekatkan begini, terlebih lagi ketika sudah didekatkan kenapa malah di sakiti. sampe gue kacau. sepertinya takdir lagi mempermainkan gue, ketika gue seharusnya kabur, seakan akan takdir malah ngejorok jorokin gue buat menghadapi masalah itu, sampe gue bener bener nggak bisa lari, kemanapun. dan akhirnya malah menyakiti diri sendiri. tapi satu hal yang gue percaya adalah, Dia selalu lebih tau apa yang nggak gue tau saat ini, and i believes that He always have a beautiful plan for my life, even if hurts include on the process. oleh karena itu, gue sedang menunggu pelangi untuk muncul ketika nanti tornado ini telah berakhir. walaupun gue masih nggak tau kapan. dan yang gue tau pasti adalah, pelangi itu pasti akan muncul. pasti.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Introverts in disguise. Read keeps me sane, write keeps me awake. Both of them entwined makes me alive.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Komedi putar, senja, dan sendu.
  • Adi
  • Blank Space
  • angsana
  • untuk mas

Categories

  • Reviews
  • Stories
  • Unsend Letters

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2026 (6)
    • ▼  Agustus (1)
      • musnah
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (6)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2023 (4)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2022 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2021 (15)
    • ►  November (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (46)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (28)
    • ►  Desember (11)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (9)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (21)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (62)
    • ►  November (1)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (15)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2016 (55)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (12)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (26)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2014 (48)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2013 (52)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (11)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2012 (68)
    • ►  Desember (23)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2011 (13)
    • ►  Desember (13)

Pengikut

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates