bxbx

Selamat malam kamu. Surat kecil ini saya tulis untuk menyapa keletihan yang bersandar di pundak kecil itu. Apa kabar? lama tak bersua. Saya hampir lupa paras itu, senyum, dan bagaimana kau tertawa. Maafkan saya yang pelupa. Saya juga letih disini, tenggelam dalam berlembar - lembar kertas HVS. Tertidur di depan laptop ditengah pertarungan yang seharusnya tak saya tinggalkan, gamang ditengah pilihan - pilihan soal masa depan. Rindu akan kenangan masa lalu, dimana semuanya baik - baik saja dan sederhana. Bahwa ketika saya pulang, hanyalah kita dan segala percakapan tak penting anak remaja. Tugas - tugas hanyalah tugas yang jadi alasan untuk kita memperpanjang percakapan. Segala yang perlu dibahas, makin lama semua yang tak perlu jadi suatu hal yang kita cari keberadaannya, bukan soal cerita tapi ini soal kita yang bersama sepanjang waktu yang tersedia.

Dan saat ini, kita hanyalah kita, yang saya kais dari tanah - tanah kering hati yang hampa. Kamu adalah kamu, satu jiwa yang akhirnya tak lagi melekat di dalam hati. Saya adalah saya, gadis yang kau pernah bangga saat menunggu malu - malu ditepi jalan depan sekolah.

Masa lalu adalah masa lalu, yang bahkan mantra terampuh pun tak sanggup memanggilnya kembali. Biarlah. Saya dan kamu tak kan lagi menjadi kita.

0 comments